Sulawesitoday - Pada situasi keramaian, banyak orang mengalami hilangnya sinyal seluler yang tiba-tiba, terutama pada saat-saat penting.
Kamis, 22 Agustus 2024, demonstrasi besar di depan DPR menjadi contoh nyata bagaimana sinyal seluler seringkali melemah.
Kumpulan massa dalam jumlah besar memicu overload jaringan yang menyebabkan sinyal menjadi lemah atau bahkan hilang secara tiba-tiba.
Fenomena ini disebut sebagai 'congestion', di mana jumlah pengguna internet melebihi kapasitas Base Transceiver Station (BTS) di lokasi tersebut.
Congestion sering terjadi ketika terlalu banyak pengguna yang mengakses jaringan pada waktu bersamaan di satu area.
Ketika kapasitas BTS terlampaui, pengguna yang kelebihan akan mengalami lag hingga sinyal mereka menghilang atau menunggu giliran.
Menurut SureCall Boosters, bangunan besar juga dapat menjadi penghalang fisik yang menyebabkan sinyal seluler hilang atau menjadi lemah.
Material seperti beton, logam, dan batu bata dapat menghambat sinyal sehingga sulit mendapatkan koneksi yang stabil di dalam gedung.
Acara kenegaraan atau demonstrasi besar juga sering kali menyebabkan sinyal menghilang akibat adanya konfigurasi jaringan.
Konfigurasi jaringan yang kewalahan akibat lonjakan pengguna menyebabkan sinyal menjadi tidak tersedia di area yang dipadati massa.
Pemasangan signal jammer pada acara kenegaraan adalah tindakan keamanan untuk mengurangi risiko penyadapan dan serangan terorisme.
Pengguna di keramaian dianjurkan untuk berpindah lokasi atau mengaktifkan mode pesawat untuk memperbarui pengaturan jaringan.
Artikel Terkait
Tips Cegah Smartphone Disadap saat Aksi Protes dan Unjuk Rasa: Strategi Efektif Lindungi Data Pribadi dengan Aplikasi Keamanan Terbaik
Cara Mengunci Aplikasi di HP Vivo dari Menu Pengaturan dan Aplikasi Pihak Ketiga, Simak Langkah-Langkahnya