Sulawesitoday - Di usia 65 tahun, kebanyakan orang sudah asyik menimang cucu. Atau sibuk memikirkan sisa plafon asuransi kesehatan. Tapi tidak dengan Endiah Puji Hastuti. Dia justru memilih bergelut dengan atom, reaksi berantai, dan rumus-rumus rumit yang bisa membuat kepala anak muda berasap.
Sabtu kemarin, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Endiah resmi menyandang gelar Doktor Rekayasa Nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia bukan sekadar lulusan biasa. Dia adalah wisudawan tertua.
"Belajar itu tidak ada batasnya, selama otak masih mau diajak kompromi," cetusnya pelan usai prosesi wisuda.
Sidang Terbuka Wisuda Kedua ITB Tahun Akademik 2025/2026 itu mendadak riuh. Nama Endiah menjadi buah bibir. Bayangkan saja: usia 65 tahun dua bulan, tapi sanggup menamatkan strata tiga (S3) di salah satu jurusan tersulit di kampus Ganesha itu.
Gelar Doktor Rekayasa Nuklir itu bukan didapat dari "jalur kasihan". Standar ITB tetaplah ITB. Tetap ketat. Tetap tinggi. Endiah membuktikan bahwa urusan kognitif tidak melulu soal tanggal lahir di KTP.
Kisah Endiah ini langsung viral. Sejak Minggu pagi, jagat media sosial penuh dengan potretnya yang mengenakan toga. Banyak yang malu sendiri. Terutama mereka yang baru semester akhir tapi sudah merasa ingin menyerah pada hidup.
Prestasi ini menjadi oase di tengah narasi bahwa masa tua adalah masa istirahat total. Endiah menunjukkan bahwa sel otak manusia punya elastisitas yang luar biasa jika terus diasah. Dia tidak hanya membawa pulang ijazah, tapi juga membawa pesan kuat: bahwa nuklir saja bisa ditaklukkan di usia senja, apalagi sekadar rasa malas.
Tentu, perjalanannya tidak mudah. Menjadi mahasiswa S3 di usia kepala enam butuh stamina fisik dan mental yang prima. Apalagi di bidang rekayasa nuklir yang penuh ketelitian tinggi. Kesalahan sedikit bisa fatal—setidaknya dalam perhitungan di kertas ujian.
"Ini bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal keriput," tulis salah satu komentar netizen yang ikut merasa bangga.
Kini, Endiah Puji Hastuti telah resmi menjadi ahli nuklir. Sebuah pencapaian yang membuat kita tersadar: mungkin yang tua itu hanya fisiknya, tapi api intelektualnya justru sedang membara dengan energi atom yang dahsat.
Wanita Medan Nekat Sandera Pegawai Toko HP Usai Rugi Rp10 Juta dari Promo Palsu
Artikel Terkait
Resmi Naik 18 April! Cek Harga Baru Pertamax Turbo dan Dex, Pertamax 92 Masih Harga Lama
Selat Hormuz Ditutup Lagi Kurang dari 24 Jam Setelah Dibuka oleh Iran
Travel Umroh di Majene Ini Tawarkan Paket Sekali Bayar Ibadah Berkali-kali
Populasi Sapu-sapu Meledak di Sungai Jakarta, Ekosistem dan Turap Terancam
Wanita Medan Nekat Sandera Pegawai Toko HP Usai Rugi Rp10 Juta dari Promo Palsu