• Kamis, 4 Juni 2026

Resmi Naik 18 April! Cek Harga Baru Pertamax Turbo dan Dex, Pertamax 92 Masih Harga Lama

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Sabtu, 18 April 2026 | 20:22 WIB
Keputusan itu jatuh tepat hari ini, 18 April 2026. Pendek. Tegas. Tapi dampaknya membuat pemilik mobil bermesin diesel mewah dan mobil sport harus mengelus dada. Pertamina akhirnya melepas jangkar har
Keputusan itu jatuh tepat hari ini, 18 April 2026. Pendek. Tegas. Tapi dampaknya membuat pemilik mobil bermesin diesel mewah dan mobil sport harus mengelus dada. Pertamina akhirnya melepas jangkar har

Ekonomi Rem Darurat, Dex Melambung Pertamax Digandeng

Sulawesitoday - Keputusan itu jatuh tepat hari ini, 18 April 2026. Pendek. Tegas. Tapi dampaknya membuat pemilik mobil bermesin diesel mewah dan mobil sport harus mengelus dada. Pertamina akhirnya melepas jangkar harga untuk tiga jenis BBM nonsubsidi: Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikannya bukan main-main, ada yang melonjak hingga sembilan ribu rupiah lebih.

Inilah realitas pasar yang sulit dihindari. Ketika minyak mentah dunia bergejolak dan Rupiah terseok di hadapan Dollar AS, tak ada pilihan lain selain menyesuaikan harga. Sesuai Kepmen ESDM Nomor 245.K/2022.

Namun, ada yang menarik. Di balik angka-angka yang memerah itu, ada strategi "bantalan". Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap dipaku di harga lama. Tidak naik sepeser pun. Seolah-olah Pemerintah ingin bilang: silakan yang kaya membayar lebih, tapi ekonomi rakyat menengah jangan sampai ikut oleng.

"Harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap, agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga," ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, Sabtu pagi tadi.

Kalimat Baron itu sederhana, tapi maknanya dalam. Pertamax kini menjadi benteng terakhir bagi pengguna BBM nonsubsidi agar tidak "turun kasta" ke Pertalite.

Mari kita bedah angkanya. Yang paling bikin kaget adalah Dexlite. Dari yang tadinya Rp14.200, kini melompat jauh ke angka Rp23.600 per liter. Naik Rp9.400. Setali tiga uang dengan Pertamina Dex yang kini dibanderol Rp23.900 per liter. Sedangkan bagi pecinta kecepatan yang biasa mengisi Pertamax Turbo, harus rela merogoh kocek Rp19.400 per liter dari harga sebelumnya Rp13.100.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, nampak sangat berhati-hati memberikan penjelasan. Dia menyebut penyesuaian ini murni respons terhadap dinamika global yang tak menentu.

“Kita memahami penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar,” kata Anggia.

Anggia juga membawa kabar penyejuk bagi pengguna motor bebek dan angkutan umum. Sampai akhir tahun 2026, harga BBM subsidi—Pertalite dan Biosolar—dipastikan tidak akan bergerak. Masih tetap Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Pemerintah nampaknya sudah menghitung betul risikonya. Jika Pertalite ikut naik, inflasi bisa lari kencang tak terkendali.

Dunia memang sedang tidak baik-baik saja. Perang, geopolitik, dan suku bunga global terus menekan urat nadi ekonomi nasional. Pertamina memilih mengorbankan segmen premium demi menjaga napas orang banyak.

Tentu, pemilik mobil mewah akan menggerutu. Mengisi penuh tangki Dexlite sekarang butuh uang hampir satu juta rupiah. Tapi di sisi lain, jutaan penguna motor dan mobil sejuta umat masih bisa sedikit bernafas lega. Untuk sementara, gejolak minyak dunia baru mampir di garasi-garasi mobil mahal.

Kita lihat saja, seberapa kuat bantalan ini menahan beban ekonomi hingga akhir tahun nanti. Yang jelas, hari ini, kasta BBM benar-benar terlihat dari harga di papan SPBU. Dan pemerintah memilih berdiri di barisan yang paling padat antreannya.

Update Harga Gas Elpiji 3kg, 5,5kg dan 12kg Per April 2026: Jawa, Sulawesi Hingga Papua

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini