Sulawesitoday - Dunia pers itu keras. Deadline mengejar. Narasumber menghindar. Tapi di Majene, kekerasan itu luluh oleh rasa sakit seorang kawan. Kemarin, sebuah rumah di Majene mendadak ramai. Bukan karena ada penggerebekan atau konferensi pers darurat. Tapi karena satu hal yang kian langka: kepedulian.
Ramli Hayat Daeng Pasewang sedang diuji. Pemimpin Redaksi Garudapos.id Sulbar itu harus menepi dari hiruk-pikuk berita. Tubuhnya minta istirahat. Sahabat karibnya memanggilnya Abi. Di saat seperti itulah, rombongan Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) DPW Majene datang mengetuk pintu.
Mereka tidak datang membawa kamera atau alat rekam. Mereka membawa semangat.
Ketua IJS DPW Majene, Syamsuddin Kamal, memimpin langsung rombongan itu. Ia tak sendiri. Ada Abrar Effendy di sana. Abrar adalah Kabag SDA Setda Majene. Seorang pejabat yang ternyata paham betul bahwa hubungan pemerintah dan media tidak boleh sekadar urusan rilis berita.
"Silaturahmi ini bentuk dukungan kami. Kami ingin tunjukan bahwa rasa kekeluargaan harus terus terjaga," ujar Syamsuddin dengan nada bicara yang rendah namun penuh penekanan.
Suasana di kediaman Abi mendadak cair. Tidak ada sekat antara wartawan dan pejabat. Semuanya melebur dalam doa. Syamsuddin berharap kunjungan ini menjadi suplemen batin bagi Abi. Agar segera pulih. Agar jarinya bisa kembali menari di atas tuts keyboard ponsel untuk menulis berita lagi.
Abrar Effendy pun tampak terenyuh. Baginya, media adalah mitra penting dalam pembangunan daerah. "Kehadiran kami di sini sebagai bentuk doa agar beliau segera sehat," tuturnya singkat.
Abi tampak terharu. Matanya berkaca-kaca melihat rekan sejawatnya berkumpul di ruang tamunya yang sederhana. "Dukungan dari rekan-rekan dan pemerintah jadi penyemangat besar buat saya," kata Abi perlahan.
Memang benar. Obat terbaik terkadang bukan hanya dari apotek. Tapi dari tawa kawan lama yang datang menjenguk saat raga tak berdaya.
Pertemuan itu ditutup dengan doa bersama. Khusyuk. Lalu, tentu saja, ada sesi foto bersama. Sebagai bukti otentik bahwa di Majene, persaudaraan jurnalis dan pemerintah bukan sekedar omon-omon belaka.
Babak Baru Laporan Wartawan di Majene, Sudah Tahap Sidik Tapi Masih Ada Ruang Maaf
Artikel Terkait
Uang Korupsi Mengalir ke Wanita Simpanan, KPK: TPPU Selalu Muncul Setelahnya
Viral Foto Kontras MBG vs SD Negeri, Warganet: Miris dan Nyesek
Viral Pelajar SMP Seberangi Sungai Lewat Pipa PDAM: Sudah Lama, Belum Ada Solusi
Pemda Gagal Distribusi Anggaran, Puskesmas di Parigi Moutong Terpaksa Ngutang ke Pihak Swasta
Setahun Berlalu, Selang Oksigen Diduga Dipotong — Kasus Kematian Penyelam Rahman Hambali Masih Gelap