Sulawesitoday - Tembok penuh coretan. Cat mengelupas. Bangku-bangku tua. Itulah potret SD Negeri yang terpampang dalam sebuah foto yang kini beredar luas di media sosial — tepat bersebelahan dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdiri baru, bersih, dan terawat.
Foto itu diunggah akun Instagram @potofoodkangari. Dalam keterangannya, akun tersebut menyebut foto itu memotret perbandingan langsung antara bangunan SD Negeri dengan dapur MBG di sebelahnya. "Sekolah tampak kusam dan penuh coretan, sementara dapur terlihat baru dan terawat," tulis akun tersebut, dikutip Jumat (17/4/2026).
Unggahan itu sontak memantik beragam komentar. Ribuan warganet berkomentar. Sebagian mengungkapkan rasa miris. Sebagian lagi menyentil soal prioritas perbaikan fasilitas pendidikan yang dirasa belum menjadi agenda utama pemerintah.
Salah satu warganet menuliskan pengalamannya sendiri: "Kayak tadi wkt lewat di kecamatan, depannya koperasi merah putih berdiri kokoh bangunannya baru, eh sebrangnya SD yg udh hampir roboh." Warganet lain hanya berkomentar singkat, "Jadi nyesek mau promo." Tak sedikit pula yang menyebutnya ironis. "Miris, kondisi yang sangat kontras," tulis seorang pengguna.
Ada yang janggal di sini. Program makan bergizi untuk anak-anak sekolah — sebuah program yang tujuannya mulia — ternyata bisa hadir lebih cepat dan lebih mulus ketimbang perbaikan gedung sekolah itu sendiri. Perut kenyang, tapi duduknya di ruangan yang retak dan lusuh.
Ini bukan kali pertama kondisi serupa mencuat ke permukaan. Sejumlah daerah di Indonesia masih mencatat ribuan ruang kelas dalam kondisi rusak berat maupun rusak sedang. Data Kemendikdasmen tahun-tahun terakhir menunjukan angka itu belum turun signifikan, meski anggaran pendidikan secara konstitusional ditetapkan minimal 20 persen dari APBN.
Foto itu kecil. Tapi pesannya besar. Seorang anak yang makan siang dengan lahap di dapur yang bersih — lalu kembali belajar di ruang kelas yang catnya mengelupas — adalah gambaran yang sulit diabaikan. Prioritas, kata orang bijak, terlihat bukan dari yang diucapkan. Tapi dari apa yang dibangun lebih dulu.
Uang Korupsi Mengalir ke Wanita Simpanan, KPK: TPPU Selalu Muncul Setelahnya
Artikel Terkait
Siswi Parepare Hilang 3 Bulan Ditemukan Hamil di Bantaeng, Pacar Buruh Harian Ditangkap
Nekat! Bobol Brankas Toko Demi Judol, Uang Puluhan Juta Milik Minimarket Ludes Seketika
Luluhkan Hati Bos IMF, Menkeu Purbaya Pastikan Arus Modal Asing Segera Banjiri Indonesia
Makan Gratis Bikin 155 Murid Anambas Keracunan, Satu Ranjang Diisi Dua Siswa
Uang Korupsi Mengalir ke Wanita Simpanan, KPK: TPPU Selalu Muncul Setelahnya