• Senin, 20 Juli 2026

Nekat! Bobol Brankas Toko Demi Judol, Uang Puluhan Juta Milik Minimarket Ludes Seketika

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Kamis, 16 April 2026 | 19:49 WIB
​Kisah tragis AS, karyawan minimarket di Kebon Jeruk yang bobol brankas Rp52 juta. Bukannya untung, uang ludes dalam 3 jam di meja judi online. Kini dibui.
​Kisah tragis AS, karyawan minimarket di Kebon Jeruk yang bobol brankas Rp52 juta. Bukannya untung, uang ludes dalam 3 jam di meja judi online. Kini dibui.

Sulawesitoday - AS (25) mungkin mengira dia sedang memegang tiket menuju kekayaan. Karyawan minimarket di Kebon Jeruk ini punya akses ke brankas. Di dalamnya ada uang Rp52 juta. Maka, pintu besi itu pun dibobol. Tapi di sinilah tragedinya: uang puluhan juta itu hanya numpang lewat selama tiga jam. Habis. Tandas di meja judi online.

Inilah potret nyata betapa "setan" digital telah merusak nalar sehat.

Kapolsek Kebon Jeruk mengonfirmasi bahwa aksi AS terekam jelas di CCTV. Bukannya kabur jauh-jauh setelah memegang uang sebanyak itu, AS justru terlihat asyik di depan mesin ATM di dalam toko. Dia sibuk melakukan transaksi. Ternyata, dia sedang memindahkan uang hasil jarahan itu ke rekening judi.

"Uangnya habis Pak, dalam tiga jam saja. Saya pikir bisa menang," ujar AS tertunduk saat diperiksa penyidik.

Gaya mainnya luar biasa berani. Atau tepatnya: luar biasa bodoh. Uang yang dikumpulkan perusahaan rupiah demi rupiah dari keringat kasir lain, ludes dalam hitungan menit lewat layar ponsel. Harapan untuk jackpot atau sekadar balik modal hanyalah fatamorgana. Yang datang justru borgol polisi.

AS tidak sadar, atau mungkin menutup mata, bahwa judi online bukan tentang keberuntungan. Ia adalah algoritma yang dirancang untuk menang.

Kasus ini memancing reaksi keras di jagat maya. Salah satu netizen, @pitan****b, menyentil dengan pedas: "Mereka itu ibarat ember yg sudah jebol.. Tidak berguna." Ungkapan ini terasa pas. Diberi modal berapa pun, pemain judi online akan tetap berakhir miskin—bahkan lebih miskin dari sebelumnya karena ditambah beban hutang dan tuntutan pidana.

Kini AS harus meringkuk di sel tahanan. Masa depannya yang harusnya masih panjang, kini terhalang jeruji besi. Pekerjaan hilang, nama baik hancur, dan uang 52 juta itu tidak pernah benar-benar ia nikmati.

Mungkin benar kata orang: di meja judi, satu-satunya pihak yang pasti menang adalah bandar. Sisanya? Hanya antrean menuju kehancuran. Termasuk AS yang kini hanya bisa menyesali nasibnya di balik terali besi Polres Jakarta Barat.

Benar-benar tragis. Sangat tragis. Syatangi nasibnya karena nafsu sesaat.

Siswi Parepare Hilang 3 Bulan Ditemukan Hamil di Bantaeng, Pacar Buruh Harian Ditangkap

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini