• Jumat, 10 Juli 2026

Kencing Solar di SPBU Sausu Diduga Jadi Urat Nadi Tambang Emas Ilegal

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Kamis, 21 Mei 2026 | 14:08 WIB
Bisnis hilir migas SPBU Sausu terseret dugaan pasokan solar subsidi secara ilegal demi hidupi operasional tambang emas tanpa izin.
Bisnis hilir migas SPBU Sausu terseret dugaan pasokan solar subsidi secara ilegal demi hidupi operasional tambang emas tanpa izin.

Sulawesitoday - Bisnis hilir migas di Parigi Moutong tercoreng dugaan keterlibatan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Sausu dalam menyokong operasional tambang emas ilegal Mentawa.

Sistem distribusi bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi di tempat pengisian ini diduga kuat telah diselewengkan demi keuntungan korporasi sepihak.

Pasokan solar secara masif dari agen resmi ini menjadi urat nadi utama yang membuat alat berat di lokasi tambang liar terus menderu.

Baca Juga: Kuliah di Luar Negeri Lebih Mudah, Kemenkumham Sulteng Kenalkan Layanan Apostille

Modus pengisian dilakukan tidak wajar menggunakan jeriken dalam jumlah besar serta memanfaatkan kendaraan modifikasi pada jam tertentu.

"Jeriken penambang ilegal bisa melenggang bebas masuk sedangkan kami pulang tangan kosong," kata seorang petani lokal yang enggan dikorankan namanya dengan nada frustrasi.

Warga sekitar kini harus menanggung beban kelangkaan bahan bakar akibat praktik lancung penyaluran energi bersubsidi yang salah sasaran.

Praktik culas ini berjalan mulus karena ditengarai mendapat jaminan keamanan dari seorang oknum anggota kepolisian bernama Edi Jaya.

Kehadiran oknum aparat di pusaran bisnis haram ini membuat manajemen tempat pengisian bahan bakar seolah kebal dari penindakan hukum.

Upaya konfirmasi langsung ke pihak pengawas stasiun pengisian bahan bakar umum belum membuahkan hasil hingga naskah ini naik cetak.

Perwakilan manajemen lokal tersebut mendadak sulit ditemui dan nomor kontak operasionalnya tidak dapat dilacak oleh jurnalis di lapangan.

Baca Juga: Dugaan Beking Tambang Ilegal Parigi Moutong Seret Wakapolsek Sausu IPDA Nur Kamiden

Dua nomor telepon seluler milik Edi Jaya selaku terduga pengendali lapangan juga berada dalam keadaan tidak aktif saat dihubungi.

Sikap bungkam dari pengelola niaga migas dan oknum polisi ini semakin memperkuat indikasi adanya konspirasi busuk yang ditutupi.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini