Lihat postingan ini di Instagram
Sulawesitoday - Amarah warga Kecamatan Sidoan di Kabupaten Parigi Moutong sudah memuncak akibat peredaran narkoba yang kian meresahkan.
Rencana aksi sekelompok warga membakar rumah bandar narkoba sempat memicu ketegangan pada suatu malam.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Sidoan Basri Dalih menahan gerakan massa yang mendatangi rumahnya itu demi mencegah pertumpahan darah.
"Saya tidak mau adanya kekerasan," kata Basri.
Baca Juga: Pria Paruh Baya Tenggelam di Kampung Nelayan Palu Warga Histeris
Tokoh agama ini menenangkan warga yang emosional lalu mengajak mereka berdiskusi di pondok pesantren hingga dini hari.
Sebuah jalan keluar lahir dari pertemuan darurat berupa penyusunan petisi penolakan narkoba berbasis kearifan lokal.
Basri menantang keberanian warga karena menyadari risiko besar berhadapan dengan jaringan barang haram tersebut.
Masyarakat ternyata tidak gentar bahkan menyatakan siap mati demi menyelamatkan masa depan desa dari jerat narkotika.
Sebanyak tiga ratus tanda tangan dukungan dari warga dan tokoh komunitas berhasil dikumpulkan hanya dalam waktu semalam.
Baca Juga: Viral di Medsos Curhat Petani Parigi Moutong Sulitnya Urus Barcode BBM
Lembar petisi itu kemudian dibawa menemui Kepala Kepolisian Sektor di Sidoan untuk menuntut tindakan nyata aparat penegak hukum.
Pertemuan dengan Kapolsek menyisakan tanda tanya besar bagi warga karena aparat mengaku tidak tahu menahu soal darurat narkoba setempat.
Artikel Terkait
Kuliah di Luar Negeri Lebih Mudah, Kemenkum Sulteng Kenalkan Layanan Apostille
Kencing Solar di SPBU Sausu Diduga Jadi Urat Nadi Tambang Emas Ilegal
Amankan Aset Daerah, Bupati Parigi Moutong Tagih Kajari Baru Perkuat Mitigasi Hukum
Viral di Medsos Curhat Petani Parigi Moutong Sulitnya Urus Barcode BBM
Pria Paruh Baya Tenggelam di Kampung Nelayan Palu Warga Histeris