View this post on Instagram
Sulawesitoday - Industri perbankan tanah air rupanya tidak goyah meski situasi ekonomi dunia sedang karut-marut akibat ketegangan politik antarnegara.
"Pertumbuhan kredit perbankan tumbuh hampir sepuluh persen secara tahunan hingga akhir April lalu," kata Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi hari ini.
Masyarakat ternyata masih sangat percaya pada sistem keuangan dalam negeri.
Baca Juga: Pohon Tumbang di Taman Tadulako Tinombo Timpa Anak Anak Satu Korban Dikabarkan Meninggal Dunia
Daya salur modal berjalan lancar karena tabungan masyarakat di bank juga meningkat tajam belasan persen.
Angka kredit macet pun terpantau masih sangat aman di bawah batas maksimal.
Biarpun begitu para bos bank tetap wajib memasang kuda-kuda yang kokoh.
Gejolak harga minyak dunia dan perlambatan ekonomi global sewaktu-waktu bisa menyenggol pasar keuangan domestik.
"Pengelolaan risiko yang hati-hati serta kecukupan likuiditas harus terus menjadi perhatian utama," ujar Hery mewanti-wanti.
Segenap manajemen bank kini mulai rutin menggelar simulasi ketahanan modal secara berkala.
Langkah mitigasi ini menyasar sejumlah sektor usaha yang paling rawan terkena dampak kenaikan biaya energi dunia.
Baca Juga: Tegang, Polisi Tantang Tabrak Aparat Saat Cegat Demo Mahasiswa UI Ke Bundaran HI
Sistem peringatan dini pada tiap kantor cabang juga diperketat agar potensi kredit macet bisa dicegah sejak awal.
Selain itu pasokan dana segar dalam bentuk mata uang asing ikut dipantau ketat setiap hari.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Plus BBM Naik, Mahasiswa FISIP UHO Kendari Gelar Demo Bakar Ban di Bundaran Tank
Stok Darah Majene Menipis, Perempuan Aisyiyah Langsung Bergerak Gelar Donor Darah Massal
Bukan Sekadar Slogan, ASN Majene Wajib Terapkan Budaya Kerja BerAKHLAK Saat Layani Warga
Tegang, Polisi Tantang Tabrak Aparat Saat Cegat Demo Mahasiswa UI Ke Bundaran HI
Pohon Tumbang di Taman Tadulako Tinombo Timpa Anak Anak Satu Korban Dikabarkan Meninggal Dunia