• Jumat, 12 Juni 2026

Rupiah Melemah Plus BBM Naik, Mahasiswa FISIP UHO Kendari Gelar Demo Bakar Ban di Bundaran Tank

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Kamis, 11 Juni 2026 | 22:53 WIB
Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter memicu demo mahasiswa UHO di Kendari. Mereka memblokade jalan dan memprotes pelemahan rupiah.
Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter memicu demo mahasiswa UHO di Kendari. Mereka memblokade jalan dan memprotes pelemahan rupiah.

 
 
 
View this post on Instagram

Sulawesitoday - Bundaran Tank di Jalan Malaka Kendari mendadak lumpuh total oleh kepulan asap hitam dari ban bekas yang dibakar massa.

Keluarga Besar Mahasiswa FISIP Universitas Halu Oleo turun ke jalan tepat saat pemerintah mengumumkan lonjakan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter pada Rabu, 10 Juni 2026.

"Yang kami soroti adalah kenaikan harga BBM bersamaan dengan nilai rupiah yang makin melemah," ujar Wakil Ketua BEM FISIP UHO, Fatur, di tengah riuh aksi.

Baca Juga: Diduga Jual Solar Subsidi ke Tambang Galian C, Pertamina Diminta Tutup SPBU Emea Morowali

Sambil bergantian meneriakkan orasi lewat pengeras suara, massa menutup sebagian badan jalan kelurahan Kambu hingga membuat antrean kendaraan mengular panjang.

Mereka menilai lonjakan harga BBM non-subsidi dan terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melahirkan badai ekonomi baru bagi warga kecil.

Kebijakan pusat memang terasa kontradiktif karena harga Pertamax Green 95 juga dipatok melambung tinggi sampai menyentuh angka Rp17.000 per liter.

Di Jakarta, Menteri ESDM meluruskan opini publik melalui konferensi pers dadakan mengenai nasib bahan bakar penopang hidup masyarakat miskin.

Baca Juga: Bakar Sampah Sembarangan di Palu Kini Didenda Satu Juta Rupiah

"Presiden memberi arahan langsung agar harga Pertalite, Biosolar, dan Elpiji tiga kilogram tidak naik," kata Menteri ESDM mencoba meredam suasana.

Pemerintah sengaja mengunci harga Pertalite pada angka Rp10.000 per liter agar gejolak sosial di daerah seperti di Sulawesi Tenggara tidak meluas.

Aparat kepolisian setempat bersama pihak kampus masih mengumpulkan data lapangan guna memastikan jumlah riil massa dan poin lengkap tuntutan tertulis mahasiswa.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini