View this post on Instagram
Sulawesitoday - Pertamina diminta bertindak tegas dan segera menutup selamanya SPBU Emea di Morowali. Pom bensin ini diduga kuat sengaja mengalirkan solar subsidi untuk kebutuhan operasional tambang galian C.
Akibatnya, warga sekitar kesulitan mendapatkan bahan bakar tersebut.
"Para penambang galian C gampang banget isi solar pakai jeriken, sementara kami malah pulang dengan tangan kosong," ujar seorang warga setempat yang minta namanya dirahasiakan dengan nada kesal.
Baca Juga: Disinyalir Solar Subsidi Dikuras Truk Tambang di Emea Morowali, Warga Gigit Jari Kehabisan BBM
Keluhan warga ini memang beralasan. Stok solar di SPBU Emea sering kali sudah habis sebelum masyarakat umum kebagian.
Kecurigaan warga makin kuat karena sering terlihat aktivitas pengisian solar yang tidak wajar pada jam-jam tertentu. Banyak jeriken berukuran besar dan mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi ikut mengantre di sana. Solar subsidi dari pom bensin inilah yang diduga dipakai untuk menghidupkan alat-alat berat di lokasi tambang setiap hari.
Padahal, aturan pemerintah sudah sangat jelas. Kendaraan tambang atau truk beroda lebih dari enam dilarang keras memakai solar subsidi. Sektor industri dan pertambangan wajib menggunakan solar non-subsidi (solar industri) yang harganya lebih mahal, karena solar subsidi hanya untuk masyarakat kecil, angkutan umum, dan usaha mikro.
Pertamina sendiri sebenarnya punya aturan sanksi untuk SPBU yang nakal, mulai dari teguran, penyetopan pasokan BBM sementara, sampai penutupan usaha secara permanen. Sudah ada ratusan SPBU di Indonesia yang dihukum karena kasus serupa, seperti melayani jeriken tanpa izin resmi atau menjual solar lebih dari 200 liter ke satu kendaraan.
Saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, pengelola SPBU Emea bernama Eken mengaku sudah mengingatkan para pekerjanya.
"Di SPBU saya, saya sudah perintahkan pengawas dan operator untuk mengisi solar subsidi pakai sistem barcode dan langsung ke mobil," kata Eken.
Ia berdalih tidak tahu-menahu jika ada solar dari tempatnya yang dijual lagi ke pihak tambang di luar area pom bensin.
"Kalau kejadiannya di luar SPBU, kami sudah tidak tahu dan bukan tanggung jawab kami lagi," kilahnya.
Di sisi lain, pemilik tambang galian C dari CV Cahaya Alam Makmur yang akrab disapa Alam, juga memberikan penjelasan lewat WhatsApp. Alam mengaku membeli solar dari pengecer atau "pemain" solar, bukan datang langsung ke SPBU.
Artikel Terkait
Bupati Erwin Burase Soroti Sengkarut 13 Persen Kemiskinan dan Ribuan Anak Putus Sekolah
Logo dan Maskot Porprov Sulteng 2026 Resmi Dipatenkan Demi Hindari Plagiat
Nyawa Ibu Hamil Taruhannya, Pemda Parigi Moutong Soroti Camat yang Malas Koordinasi Layanan Kesehatan
Polemik Investasi Siniu Memanas, Warga Tuding Camat Pembuat Keresahan Lahan Sementara Pejabat Tepis Punya Kepentingan
Disinyalir Solar Subsidi Dikuras Truk Tambang Galian C di Emea Morowali, Warga Gigit Jari Kehabisan BBM