"Itu pun belinya lewat pengecer, kadang dapat, kadang tidak," tutur Alam.
Alam beralasan bahwa harga solar industri terlalu mahal. Jika harus memakai solar industri, ia mengaku modalnya tidak akan tertutup dengan harga jual material ke masyarakat.
"Warga maunya beli material murah. Kalau kami pakai solar industri yang mahal, harganya tidak akan ketemu," tambahnya.
Meski begitu, alasan ekonomi ini tentu tidak bisa dibenarkan. Solar subsidi adalah hak masyarakat kecil, bukan modal murah bagi pengusaha untuk menekan biaya produksi.
Kini, desakan agar Pertamina mencabut izin SPBU Emea secara permanen makin kuat. Warga berharap pemerintah dan Pertamina segera bertindak tegas, bukan malah membiarkan hak masyarakat kecil dinikmati oleh pemilik tambang.
Artikel Terkait
Bupati Erwin Burase Soroti Sengkarut 13 Persen Kemiskinan dan Ribuan Anak Putus Sekolah
Logo dan Maskot Porprov Sulteng 2026 Resmi Dipatenkan Demi Hindari Plagiat
Nyawa Ibu Hamil Taruhannya, Pemda Parigi Moutong Soroti Camat yang Malas Koordinasi Layanan Kesehatan
Polemik Investasi Siniu Memanas, Warga Tuding Camat Pembuat Keresahan Lahan Sementara Pejabat Tepis Punya Kepentingan
Disinyalir Solar Subsidi Dikuras Truk Tambang Galian C di Emea Morowali, Warga Gigit Jari Kehabisan BBM