• Sabtu, 13 Juni 2026

Protes Makan Siang Gratis di Unhas Berbuntut Isu Drop Out Mahasiswa Teknik

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:52 WIB
Aliansi mahasiswa Unhas demo tolak program gizi gratis di kampus. Muncul isu ancaman DO bagi mahasiswa Teknik yang dibantah pihak humas.
Aliansi mahasiswa Unhas demo tolak program gizi gratis di kampus. Muncul isu ancaman DO bagi mahasiswa Teknik yang dibantah pihak humas.

Sulawesitoday - Mimbar akademik Universitas Hasanuddin Makassar mendadak riuh oleh isu sanksi pemecatan massal.

"Kritik berujung teror, air keras, jeruji besi, hingga penghilangan paksa biasanya terjadi di ruang yang kering tradisi akademik," tulis akun media sosial unhas.distopia saat membeberkan dugaan intimidasi dekanat terhadap 28 mahasiswa Teknik.

Keresahan ini bermula dari peluncuran program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di lingkungan kampus. Sejumlah mahasiswa menilai fasilitas baru ini beraroma bisnis dan politik.

Baca Juga: Video Bentrokan Remaja di Hutan Kota Palu Gegerkan Medsos, Komentar Netizen Bikin Geleng Kepala

Gelombang protes kemudian pecah di depan Gedung Rektorat pada Kamis lalu. Massa membawa pengeras suara sembari membentangkan spanduk penolakan komersialisasi pendidikan.

Seorang orator meneriakkan tuntutan agar kampus menghentikan proyek yang mereka sebut titipan penguasa. Mereka mendesak rektorat segera mencabut izin pusat pelayanan gizi demi menjaga marwah institusi.

Pihak rektorat langsung bergerak cepat meredam kegaduhan informasi ini. Otoritas kampus mengklaim telah melacak kebenaran kabar burung yang telanjur menyebar luas di kalangan sivitas akademika.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, menyatakan tidak ada satu pun mahasiswa Fakultas Teknik yang ikut dalam aksi unjuk rasa di Tamalanrea.

"Terkait postingan di sosial media yang menyebutkan ada ancaman drop out bagi mahasiswa yang ikut demo sama sekali tidak benar, saya pastikan hoaks," kata Ishaq saat memberikan klarifikasi resmi.

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini Tuntut Turunkan Harga BBM

Ishaq menjelaskan regulasi pemberhentian mahasiswa merupakan wewenang mutlak majelis etik tingkat universitas. Fakultas tidak punya kuasa memecat seseorang tanpa proses pembuktian dan hak membela diri.

Dekan Fakultas Teknik juga mengaku tidak pernah mengeluarkan surat peringatan keras. Pengurus badan eksekutif mahasiswa setempat ikut membenarkan suasana perkuliahan masih berjalan normal tanpa intimidasi.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini