Saluran irigasi di Desa Palasa dinilai sudah tidak optimal mendistribusikan air. Pembenahan irigasi Palasa sangat mendesak karena volume air yang stabil merupakan kunci utama untuk mendongkrak produktivitas sawah. Air yang cukup juga meningkatkan efisiensi penggunaan pestisida di lapangan.
Respon Kementan dan Syarat Validasi Data
Merespon tuntutan tersebut, perwakilan Kementan RI, Lolitha Tasik Taparan, menyatakan akan mengantisipasi kekosongan stok pestisida di wilayah rawan untuk periode 2026–2027. Kementan akan menyinkronkan dukungan logistik ini dengan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah.
Namun, Kementan memberikan syarat tegas kepada DPRD dan Pemkab Parigi Moutong untuk segera melengkapi dokumen validasi berikut agar anggaran bisa dicairkan oleh Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP):
- Dokumen Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) terbaru yang valid.
- Peta digital sebaran serangan hama di seluruh kecamatan Parigi Moutong.
- Dokumen teknis usulan perbaikan irigasi Palasa.
Artikel Terkait
Konfercab NU Parigi Moutong Juni 2026 Dinilai Cacat AD-ART dan Melanggar Etika
Bupati Erwin Burase Gandeng KKP, Fasilitasi Anak Nelayan Parigi Moutong Kuliah Gratis D3 dan D4
Dampak Banjir Parigi Moutong Ratusan Hektar Sawah Produktif Terendam dan Akses Antardesa Putus
Parigi Moutong Lepas Kontingen Utsawa Dharma Gita 2026, Fokus Bangun Mental Spiritual
Kementan Setujui 3 Usulan Strategis Pemda Parigi Moutong untuk Modernisasi Pertanian Daerah