• Minggu, 23 Agustus 2026

Batu Bara Aktif Bawah Tanah Pemicu Kebakaran Lahan di Tarakan Timur

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:46 WIB
Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan menemukan deposit batu bara aktif bawah tanah memicu kebakaran lahan di kawasan Tarakan Timur.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan menemukan deposit batu bara aktif bawah tanah memicu kebakaran lahan di kawasan Tarakan Timur.

Lapis batu bara aktif di bawah tanah memicu kebakaran lahan di Tarakan Timur. Fenomena alami ini mengancam kawasan semak belukar sekitar Universitas Borneo Tarakan hingga jalur menuju Pantai Amal.

"Sepengetahuan kami memang salah satu pemicu dari kebakaran lahan itu adalah batubara," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Tarakan, Chaizir Zain, Sabtu (22/8/2026).

Cuaca ekstrem mempercepat proses pembakaran alami. Panas terik memancing pelepasan kalori dari dalam tanah.

Suhu terik menguapkan kelembaban semak belukar. Vegetasi kering sangat mudah tersulut percikan api.

Gesekan angin memicu interaksi kalori batu bara. Asap tebal langsung membumbung ke udara.

Kualitas batubara kawasan ini tergolong rendah. Namun daya simpan panasnya sangat mematikan.

Baca Juga: Rumah Adat Sade Lombok Terbakar Hebat, Atap Ilalang Picu Api Cepat Membesar

"Ketika kalori tersebut berinteraksi dengan angin dan bersentuhan dengan semak belukar yang kering, asap dan kobaran api akan langsung tercipta," ujar Chaizir Zain.

Tim pemadam menghadapi kendala teknik penyiraman air. Air biasa tidak mampu menghentikan bara bawah tanah.

Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan strategi khusus. Penutupan akses oksigen menjadi kunci utama pemadaman.

Metode foam kimia efektif mengunci lapisan tanah. Timbunan tanah padat juga sanggup mematikan bara.

"Untuk pemadaman, DLH menyarankan penutupan pasokan udara, baik menggunakan cairan kimia khusus maupun metode penimbunan tanah secara langsung," tutur Chaizir Zain.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini