• Sabtu, 22 Agustus 2026

Dugaan Pungli Bantuan Traktor Jonder di Parigi Moutong, Petani Diminta Setor hingga Rp70 Juta

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:45 WIB
Kelompok tani Parigi Moutong diduga dipungut puluhan juta rupiah demi mendapat traktor Jonder bantuan pemerintah pusat.
Kelompok tani Parigi Moutong diduga dipungut puluhan juta rupiah demi mendapat traktor Jonder bantuan pemerintah pusat.

Kelompok tani di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diduga harus menyetor puluhan juta rupiah agar bisa mendapatkan bantuan traktor roda empat jenis Jonder dari pemerintah pusat, padahal program Alat dan Mesin Pertanian atau Alsintan itu semestinya gratis.

“Katanya program pemerintah gratis untuk mendongkrak swasembada pangan, tapi kalau harus bayar puluhan juta rupiah lebih dulu, dari mana modal kami,” kata salah seorang perwakilan kelompok tani di Parigi Moutong yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.

Dugaan pungli ini mencuat dari penelusuran lapangan. Sejumlah kelompok tani calon penerima diduga diwajibkan menyetor uang dengan dalih biaya administrasi, pengurusan proposal, hingga mobilisasi alat.

Nilainya jauh dari kata kecil. Angka yang diminta berkisar Rp60 juta sampai Rp70 juta untuk satu unit traktor Jonder.

Bantuan Alsintan digagas untuk meringankan beban petani. Kenyataannya, praktik pungutan liar ini justru mencekik petani yang tengah berjuang menaikkan produktivitas lahan sawah.

Baca Juga: Lapor Pak Amran Gagalkan Bawang Bombai dan Beras Ilegal, Ungkap Pungli 99 Titik

Program ini bukan hal baru. Kementerian Pertanian menggulirkan bantuan traktor secara nasional demi mendorong percepatan swasembada pangan.

Modus yang dipakai pun tergolong lama. Sejumlah kelompok tani mengaku diminta membayar sebelum proposal mereka diproses lebih lanjut oleh pihak terkait.

Isu pungli alsintan bukan kali pertama muncul di Parigi Moutong. Keluhan serupa pernah beredar sebelumnya, namun tidak pernah tuntas ditelusuri hingga ke akar masalah.

Respons Dinas TPHP Parigi Moutong dinilai lamban. Publik menilai penjelasan yang diberikan selama ini hanya berputar pada retorika normatif tanpa langkah konkret.

Dugaan pungli ini tidak berdiri sendiri. Publik menduga ada keterlibatan oknum di tingkat bawah, mulai dari penyuluh lapangan hingga makelar proposal yang bekerja rapi.

Data resmi memperlihatkan lonjakan distribusi cukup tajam. Bantuan traktor roda empat di Parigi Moutong tercatat 2 unit pada tahun anggaran 2022, naik jadi 6 unit pada 2023, lalu melonjak menjadi 20 unit pada 2025, sehingga totalnya mencapai 28 unit dalam tiga tahun anggaran itu.

Secara keseluruhan, bantuan Alsintan untuk Parigi Moutong tercatat 91 unit sepanjang 2022 hingga 2025. Jumlah itu meliputi berbagai jenis alat, mulai dari drone pertanian, hand sprayer, pompa air, rice transplanter, traktor roda dua, traktor roda empat, hingga traktor roda crawler.

“Kami cuma petani biasa, mana berani melawan kalau yang mengatur proses ini orang dinas sendiri,” ujar sumber yang sama.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini