• Rabu, 1 Juli 2026

Propam Polda Sulteng Janji Tindaklanjuti Dugaan Praktik Monopoli BBM dan Beking Tambang Ilegal di Parigi Moutong

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Jumat, 15 Mei 2026 | 20:42 WIB
Polda Sulteng usut dugaan keterlibatan oknum Polres Parimo dalam bisnis BBM ilegal dan tambang emas. Kabidpropam janji tindak lanjuti laporan.
Polda Sulteng usut dugaan keterlibatan oknum Polres Parimo dalam bisnis BBM ilegal dan tambang emas. Kabidpropam janji tindak lanjuti laporan.

Sulawesitoday - Kabidpropam Polda Sulteng Kombes Pol Roy Satya Putra sedang pasang mata. Kabar miring soal dugaan skandal besar di Polres Parigi Moutong (Parimo) kini masuk radar pantauan.

Informasi yang beredar menyebut ada oknum aparat terlibat jaringan solar ilegal. Bukan cuma itu, nama petinggi Polres Parimo terseret dugaan perlindungan tambang emas tanpa izin.

Skandal ini makin panas karena muncul tudingan hubungan kekerabatan pelaku dengan pejabat kepolisian. Nama Kasatreskrim Polres Parigi Moutong Iptu Anugerah S Tarigan jadi sorotan utama.

Baca Juga: Polisi Tembak Mati Pencuri Motor yang Tewaskan Bripka Arya Supena

Kombes Roy Satya Putra memastikan institusinya tidak akan tinggal diam. Pihaknya berjanji segera menindaklanjuti seluruh laporan masyarakat yang masuk ke meja Propam.

“Terima kasih informasinya, akan kami tindaklanjuti,” tegas Roy singkat pada Jumat, 15 Mei 2026.

Iptu Anugerah S Tarigan sendiri langsung bereaksi keras lewat sambungan telepon, begitu dikonfirmasi perihal itu. Pejabat reserse ini membantah semua tuduhan yang menyudutkan dirinya.

Anugerah menegaskan seluruh isu keterlibatan membekingi tambang maupun monopoli solar tidak benar. Menurutnya informasi ini sengaja ditiupkan tanpa ada fakta hukum jelas.

Baca Juga: Gus Ipul Copot Dua Pejabat Kemensos Buntut Skandal Sepatu SR Mahal, Evaluasi Total Pengadaan Barang!

“Itu adalah informasi keliru,” ujar Anugerah memberikan klarifikasi resmi.

Sebelumnya, praktik pengerukan lahan di luar koordinat resmi Kayuboko diduga melibatkan lingkaran dekat pejabat. Ada tujuh alat berat beroperasi menggunakan bahan bakar yang sumbernya patut dipertanyakan.

Seorang warga yang minta dirahasiakan identitasnya menyebut aktivitas itu dimiliki kerabat dekat polisi. Kini bola panas berada di tangan Propam untuk membuktikan kebenaran kabar liar di lapangan.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini