Sulawesitoday - Sungai Barakati mendadak murka dan mengirim air lumpur ke rumah warga di Dusun Hungayo Daa, Kabupaten Gorontalo.
Arus deras membawa material kayu hingga menyumbat lubang jembatan pada Jumat sore, 15 Mei 2026.
Langit Batuda’a tumpah sejak siang hari. Air mulai naik ke permukiman sekitar pukul 15.00 Wita.
Arni Mahmud merekam detik-detik mencekam itu melalui siaran langsung Facebook. Suaranya bergetar meminta pertolongan karena air makin tinggi di belakang SDN 7 Batuda’a.
Baca Juga: Afgan Istighfar, Aksi Ibu-ibu Lempar Mikrofon Bikin Heboh Mini Konser Grand Indonesia
"Ya Allah, datangkanlah pertolongan untuk kami di rumah," ucap Arni dalam video pendeknya. Warganet geger melihat air cokelat mulai mengepung teras bangunan.
Warga tidak tinggal diam menunggu bantuan datang. Mereka langsung berhamburan menuju jembatan yang tersumbat tumpukan sampah.
Batang kayu besar melintang menutup aliran utama sungai. "Kami harus cepat bongkar sumbatan ini atau air masuk semua ke rumah," ujar seorang warga di lokasi.
Aparat dan penduduk bahu-membahu menarik material kayu. Keringat bercampur hujan deras tidak mereka hiraukan.
Baca Juga: Mahasiswi Makassar Disekap di Kontrakan Usai Cari Kerja di Medsos
Sumbatan berhasil terbuka sekitar pukul 15.15 Wita. Air yang semula tertahan langsung meluncur deras menjauhi rumah penduduk.
Lima rumah sempat terendam luapan sungai ini. Enam kepala keluarga kini mulai membersihkan sisa lumpur.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa singkat namun mendebarkan ini. Warga tetap berjaga karena mendung hitam masih menggantung di langit Gorontalo.
Artikel Terkait
Nasib Juri LCC MPR Usai Diprotes Ocha Pontianak, Dinonaktifkan dan Dievaluasi Total
Sengketa Lahan Bisa Jegal Usulan Revitalisasi Ratusan Sekolah di Parigi Moutong
Gimba dan Ritual Meaju Resmi Milik Sulteng, Kemenkum Terbitkan Sertifikat Budaya
Mahasiswi Makassar Disekap di Kontrakan Usai Cari Kerja di Medsos
Afgan Istighfar, Aksi Ibu-ibu Lempar Mikrofon Bikin Heboh Mini Konser Grand Indonesia