Sulawesitoday - Penyekapan mahasiswi berinisial MA mengungkap sisi gelap lowongan kerja di media sosial. Gadis 21 tahun itu ditemukan lemas dengan tangan terikat pada sebuah rumah kontrakan di Barombong.
Niat hati ingin mencari nafkah justru berujung petaka. Korban awalnya tergiur iklan pekerjaan yang beredar luas di jagat maya.
Proses rekrutmen berubah menjadi horor saat korban menginjakkan kaki di lokasi. MA diduga disekap selama beberapa hari dan mengalami sejumlah tindakan kekerasan.
Baca Juga: Gimba dan Ritual Meaju Resmi Milik Sulteng, Kemenkum Terbitkan Sertifikat Budaya
Pria berinisial FR kini menjadi buruan utama aparat kepolisian. Lelaki 30 tahun itu menghilang sesaat setelah aksi bejatnya tercium warga.
Tabir gelap ini tersingkap saat pemilik rumah hendak menagih sewa. Pemilik bangunan curiga karena masa kontrak rumah sudah jatuh tempo.
Ketukan pintu dibalas dengan tangis histeris dari dalam ruangan. Korban memohon pertolongan warga dengan kondisi fisik yang sangat memprihatinkan.
Warga sekitar bergerak cepat merusak pintu untuk menyelamatkan korban. Evakuasi berlangsung dramatis sebelum akhirnya polisi tiba di lokasi kejadian.
Baca Juga: Sengketa Lahan Bisa Jegal Usulan Revitalisasi Ratusan Sekolah di Parigi Moutong
"Kami masih mengejar terduga pelaku ke beberapa titik," ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abd Latif. Identitas pria yang menyewa rumah sudah dikantongi tim penyidik.
Polisi sedang mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam kasus ini. Penyelidikan intensif terus dilakukan guna mengungkap motif sebenarnya dari penyekapan itu.
Masyarakat harus lebih jeli memverifikasi identitas setiap pemberi kerja. Jangan pernah datang sendirian ke lokasi yang belum dikenal secara pasti.
Artikel Terkait
Ironi Rel Bedadung Jember! Fasilitas Lengkap Tanpa Penjaga, KA Sangkuriang Hantam Pemotor
Mobil Meledak dan Terbakar di SPBU Bahodopi Morowali Warga Panik Berlarian
Nasib Juri LCC MPR Usai Diprotes Ocha Pontianak, Dinonaktifkan dan Dievaluasi Total
Sengketa Lahan Bisa Jegal Usulan Revitalisasi Ratusan Sekolah di Parigi Moutong
Gimba dan Ritual Meaju Resmi Milik Sulteng, Kemenkum Terbitkan Sertifikat Budaya