Lihat postingan ini di Instagram
Sulawesitoday - Pelarian panjang buron kasus penyekapan mahasiswi asal Kalimantan Utara akhirnya kandas di Surabaya. Polisi meringkus pria ini saat baru turun dari kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.
Aparat gabungan dari Makassar dan Surabaya sudah mencium rute pelarian pelaku ke luar pulau. Langkah seribu pelaku terhenti persis ketika kakinya hendak menginjak tanah Jawa.
Baca Juga: Viral Petugas SPBU Toboli Sulteng Tantang Warga Viralkan Usai Diduga Curangi Takaran Pertalite
Kasus mengerikan ini bermula dari sebuah unggahan lowongan kerja di media sosial. Korban yang tergiur berniat merantau ke Makassar untuk menjadi pengasuh anak.
Niat suci mencari nafkah justru berubah menjadi sebuah mimpi buruk. Polisi kini menyidik dugaan kekerasan fisik dan perampasan kemerdekaan korban.
Penyidik terus mengumpulkan bukti kuat untuk menjerat pelaku dengan pasal berlapis. Kami mendalami semua tindakan kekerasan pelaku selama menyekap korban ujar aparat.
Baca Juga: Dugaan Alat Berat Andre Bebas Mengeruk Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Seret Nama Kasat Reskrim
Modus kejahatan lewat jagat digital seperti ini semakin meresahkan publik. Masyarakat dituntut lebih jeli memeriksa rekam jejak penyedia lowongan kerja online.
Ruang siber kini dipenuhi oleh predator yang mengincar pencari kerja usia muda. Komunikasi intensif antara anak dan orang tua menjadi benteng pertahanan terakhir.
Artikel Terkait
Manajemen Keuangan Amburadul, Nakes Puskesmas Sendana I Majene Laporkan Pimpinan ke Bupati
DPRD Parigi Moutong Warning Seleksi JPT Jangan Jadi Ajang Pilih Kroni dan Kelompok
Tiga Koperasi Merah Putih Parigi Moutong Resmi Beroperasi, Bupati Erwin Burase Siap Buktikan Desa Tidak Lemah
Dugaan Alat Berat Andre Bebas Mengeruk Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Seret Nama Kasat Reskrim
Viral Petugas SPBU Toboli Sulteng Tantang Warga Viralkan Usai Diduga Curangi Takaran Pertalite