Sulawesitoday - Suasana syahdu di Rama Atrium Grand Indonesia mendadak pecah jadi kepanikan masal. Seorang ibu berbaju biru nekat menggelar konser tandingan dari lantai atas saat Afgan sedang bernyanyi, Kamis sore.
Wanita ini membawa modal sendiri berupa mikrofon dan pengeras suara mini. Ia berteriak-teriak mencari perhatian sang idola yang sedang beraksi di lantai bawah.
Awalnya ia mencoba menerobos kerumunan penonton di depan panggung utama namun gagal total. Langkah kaki lalu bergeser ke lantai atas untuk melanjutkan aksi nekatnya.
Baca Juga: Mahasiswi Makassar Disekap di Kontrakan Usai Cari Kerja di Medsos
Petugas keamanan mall langsung bergerak cepat mengepung posisi ibu tersebut. Bukannya berhenti, wanita ini malah terlibat cekcok sengit dengan petugas yang mencoba mengevakuasi.
Ketegangan memuncak saat ia mencoba melemparkan mikrofon dari ketinggian lantai atas. Penonton di bawah berteriak histeris dan berlarian menyelamatkan diri dari ancaman benda jatuh.
Situasi yang tidak kondusif ini akhirnya memaksa Afgan menghentikan nyanyiannya sejenak.
"Astaghfirullah, ibu," ucap penyanyi bernama lengkap Afgansyah Reza itu dengan nada terkejut.
Afgan tampak tertegun melihat kericuhan yang terjadi tepat di depan matanya. Beruntung petugas berhasil mengamankan wanita misterius ini sebelum ada korban luka.
Baca Juga: Nasib Juri LCC MPR Usai Diprotes Ocha Pontianak, Dinonaktifkan dan Dievaluasi Total
Hingga kini identitas maupun motif pasti aksi berbahaya ini masih gelap. Petugas keamanan mall segera membawa wanita itu keluar dari area konser untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kericuhan ini menjadi bumbu pahit di tengah persiapan konser tunggal sang penyanyi pada Juli mendatang. Afgan dijadwalkan tampil megah bersama maestro Erwin Gutawa di Jakarta International Convention Center.
Publik berharap insiden serupa tidak terulang dalam pertunjukan simfoni selebrasi 18 tahun berkarya nanti. Keamanan penonton harus tetap menjadi prioritas utama di atas panggung manapun.
Artikel Terkait
Mobil Meledak dan Terbakar di SPBU Bahodopi Morowali Warga Panik Berlarian
Nasib Juri LCC MPR Usai Diprotes Ocha Pontianak, Dinonaktifkan dan Dievaluasi Total
Sengketa Lahan Bisa Jegal Usulan Revitalisasi Ratusan Sekolah di Parigi Moutong
Gimba dan Ritual Meaju Resmi Milik Sulteng, Kemenkum Terbitkan Sertifikat Budaya
Mahasiswi Makassar Disekap di Kontrakan Usai Cari Kerja di Medsos