Palu Raih Penghargaan Adipura: Kota Bersih Berkat Kerja Keras Warga
Sulawesitoday- - Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, berhasil meraih predikat sebagai kota bersih dari penilaian Adipura yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Prestasi ini disambut gembira oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, yang menegaskan bahwa pencapaian tersebut adalah hasil dari kerja keras bersama seluruh komponen masyarakat.
"Saya menyambut baik keberhasilan ini yang merupakan buah dari kerja keras semua pihak dalam membangun kota bersih dan sehat," ujar Sekretaris DLH Kota Palu, Ibnu Mundzir, di Palu, Minggu (tanggal).
Kota Palu telah menunjukkan transformasi signifikan dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Ibnu menekankan bahwa sejak tahun 2021 hingga 2023, berbagai kebijakan telah diterapkan untuk mengubah citra Palu dari kota yang dulu dijuluki sebagai kota jorok menjadi kota bersih dan layak dikunjungi.
Salah satu langkah penting yang diambil adalah pengaturan pengolahan sampah oleh Pemerintah Kota Palu, di mana sampah rumah tangga diangkut langsung oleh armada kebersihan ke tempat pembuangan akhir yang telah disiapkan oleh setiap kelurahan.
Menurut data DLH setempat, presentasi timbulan sampah plastik di Kota Palu tahun lalu sekitar 10,4 persen dari total volume sampah per tahun sebanyak 97.492 ton. Langkah pengurangan sampah plastik dilakukan dengan membatasi penggunaan plastik kemasan sekali pakai dan styrofoam, yang diatur dalam regulasi Peraturan Wali Kota Nomor 40 Tahun 2021 dan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah.
"Pemkot Palu mendapat undangan penyerahan penghargaan piala Adipura di Jakarta pada Selasa 5 Maret 2024. Sesuai undangan kami terima, piala Adipura akan diserahkan oleh Wakil Presiden kepada Wali Kota Palu Hadianto Rasyid," tambah Ibnu.
Dalam penilaian Adipura, skor tertinggi diperoleh oleh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan nilai 11 poin. TPA Kota Palu telah menerapkan metode sanitary landfill untuk mengelola sampah, sebuah langkah progresif untuk meminimalkan dampak lingkungan.
"Cara ini biasanya diterapkan pada kota-kota besar. Meskipun Palu masuk dalam kategori kota sedang, tetapi pengolahan sampah sudah menggunakan metode sanitary landfill. Kami mengajak semua pihak di daerah ini tetap menjaga kebersihan untuk keberlanjutan kota," pungkasnya.