Menyongsong Kedewasaan Lembaga Adat: Panggilan Netralitas dari Wali Kota
Sulawesitoday - Wali Kota Kota Palu menegaskan pentingnya peran lembaga adat dalam pemerintahan, meminta agar lembaga ini menjaga netralitasnya dan tidak terlibat dalam urusan politik praktis.
Dalam sebuah acara buka puasa bersama, Sabtu 24 Maret 2024, wali kota menekankan bahwa lembaga adat harus diisi oleh para orang tua yang bijak dan netral, serta memiliki peran yang kuat dalam masyarakat.
Netralitas adalah Kunci
Wali kota menyoroti pentingnya netralitas dalam menjalankan fungsi lembaga adat.
"Menempatkan posisi yang netral adalah menempatkan posisi yang objektif. Yang tidak boleh dilakukan oleh kita ini adalah berpolitik praktis," ujarnya.
Hal ini menggarisbawahi bahwa lembaga adat harus mempertahankan objektivitasnya tanpa terjebak dalam kepentingan politik yang sempit.
Eksistensi dan Peran yang Lebih Kuat
Dorongan untuk meningkatkan eksistensi dan peran lembaga adat dalam masyarakat juga disuarakan oleh wali kota.
Dia berharap lembaga adat dapat berperan lebih aktif dalam menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial, seperti pencegahan narkoba dan vandalisme anak-anak.
Dorongan untuk Berimprovisasi
Wali kota mendorong lembaga adat untuk berimprovisasi dalam menghasilkan solusi yang efektif.
"Lembaga adat dituntut harus berimprovisasi, kreatif, dan inovatif dalam melahirkan ide-ide," tegasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah mengakui potensi lembaga adat dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pesan dari wali kota mencerminkan kesadaran akan pentingnya lembaga adat dalam memelihara tradisi dan nilai-nilai budaya, sambil tetap menjaga kemandirian dan netralitasnya dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.