• Kamis, 2 Juli 2026

Sulteng Tetap Waspada Inflasi, Meski Lebih Rendah Dibandingkan Gorontalo dan Sulut

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 28 Mei 2024 | 13:35 WIB
Foto: Gubernur diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudy Dewanto didampingi Kepala Bagian Ekonomi Biro Ekonomi Sulteng Riska, saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Minggu Keempat Mei Tahun 2024 bersama Pemerintah Pusat. Bertempat, diruang Video Teleconverence (Vidcon) Kantor Gubernur. Senin, 27 Mei 2024. (Muhammad Aqil Azizi)
Foto: Gubernur diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudy Dewanto didampingi Kepala Bagian Ekonomi Biro Ekonomi Sulteng Riska, saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Minggu Keempat Mei Tahun 2024 bersama Pemerintah Pusat. Bertempat, diruang Video Teleconverence (Vidcon) Kantor Gubernur. Senin, 27 Mei 2024. (Muhammad Aqil Azizi)

Sulteng Tetap Waspada Inflasi, Meski Lebih Rendah Dibandingkan Gorontalo dan Sulut


Sulawesitoday - Inflasi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Minggu keempat Mei 2024 tercatat sebesar 3,40%, lebih rendah dibandingkan dengan Provinsi Gorontalo (4,65%) dan Provinsi Sulawesi Utara (4,24%). Meskipun demikian, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulteng tetap mewaspadai potensi kenaikan inflasi di masa depan.


"Meskipun inflasi di Sulteng lebih rendah dibandingkan daerah lain, kita tidak boleh lengah. Kita harus terus berupaya menekan inflasi agar tidak semakin tinggi," ungkap Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudy Dewanto, mewakili Gubernur Sulteng, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Minggu Keempat Mei Tahun 2024 bersama Pemerintah Pusat, Senin 27 Mei 2024.


Menurut Rudy, TPID Sulteng akan terus melakukan langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi, seperti:




  • Memperkuat koordinasi antar instansi terkait.

  • Melakukan pemantauan harga barang pokok secara berkala.

  • Melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga barang pokok.

  • Menyediakan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak inflasi.


"Kita juga akan terus mendorong para pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga barang," tambah Rudy.


Lebih lanjut, Rudy juga menghimbau kepada masyarakat untuk berbelanja dengan bijak dan tidak mudah terpancing dengan kenaikan harga.


"Masyarakat diimbau untuk berbelanja dengan bijak dan tidak membeli barang secara berlebihan," kata Rudy.



Komoditas Penyumbang Inflasi


Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI Pudji Ismartini mengatakan, komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Minggu keempat Mei 2024 di Sulteng adalah bawang merah, cabai merah, dan gula pasir.


"Bawang merah mengalami kenaikan harga sebesar 9,30%, cabai merah 6,81%, dan gula pasir 1,78% dibandingkan April 2024," jelas Pudji.


Meskipun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, Pudji optimistis bahwa inflasi di Sulteng dapat dikendalikan.


"Dengan upaya yang dilakukan oleh TPID Sulteng, kita yakin bahwa inflasi di Sulteng dapat dikendalikan," kata Pudji.



Upaya Pencegahan Inflasi


Plt. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir meminta kepada para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk membuat perencanaan satu tahun untuk menekan inflasi.


"Kita berharap kepala daerah bisa membuat perencanaan satu tahun, dengan melihat pada kegiatan masyarakat," kata Tomsi.


Tomsi juga meminta kepada para kepala daerah untuk mengkoordinasikan permasalahan yang terjadi di daerahnya terkait dengan inflasi.


"Semoga apa yang menjadi target dapat kita realisasikan, tidak lagi sebagai pemadam kebakaran tetapi perencanaan kita semakin membaik," harap Tomsi.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini