• Kamis, 2 Juli 2026

Hadapi Musim Kemarau, BMKG Modifikasi Cuaca untuk Amankan Pasokan Air

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 31 Mei 2024 | 08:57 WIB
Foto: Tanah pecah-pecah karena musim kemarau. Memasuki musim kemarau, BMKG memperingatkan potensi kekeringan di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Wilayah ini telah mengalami Hari Tanpa Hujan yang panjang. Meskipun peluang pertumbuhan awan hujan masih ada, BMKG menghimbau pemerintah untuk melakukan mitigasi dan antisipasi. Salah satu upayanya adalah dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengoptimalkan awan hujan sebelum musim kemarau puncak. Hal ini diharapkan dapat mengisi tampungan air di daerah yang berpotensi kekeringan. (Muhammad Aqil Azizi/tangkap layar BMKG)
Foto: Tanah pecah-pecah karena musim kemarau. Memasuki musim kemarau, BMKG memperingatkan potensi kekeringan di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Wilayah ini telah mengalami Hari Tanpa Hujan yang panjang. Meskipun peluang pertumbuhan awan hujan masih ada, BMKG menghimbau pemerintah untuk melakukan mitigasi dan antisipasi. Salah satu upayanya adalah dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengoptimalkan awan hujan sebelum musim kemarau puncak. Hal ini diharapkan dapat mengisi tampungan air di daerah yang berpotensi kekeringan. (Muhammad Aqil Azizi/tangkap layar BMKG)

[wpseo_breadcrumb]

Hadapi Musim Kemarau, BMKG Modifikasi Cuaca untuk Amankan Pasokan Air


BMKG Gandeng PUPR, BRIN, dan TNI AU untuk OMC di Pulau Jawa


Sulawesitoday - Memasuki musim kemarau, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengambil langkah proaktif untuk mengamankan pasokan air di Pulau Jawa.

Pada Kamis 30 Mei 2024, melalui Deputi Modifikasi Cuaca, BMKG berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), dan TNI Angkatan Udara untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di 35 waduk di Jawa.

Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan di Empat Posko


Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Pulau Jawa dijadwalkan berlangsung dari 30 Mei 2024 hingga 10 Juni 2024.

Empat posko didirikan untuk melancarkan operasi ini, yaitu di Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya. Setiap posko bertanggung jawab untuk mengisi waduk/bendungan di wilayah jangkauannya.

Pilot Project untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Seluruh Indonesia


Pelaksanaan OMC di Pulau Jawa ini merupakan pilot project yang akan diterapkan di seluruh Indonesia.

Tujuan utama operasi ini adalah untuk mengantisipasi kekeringan dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

BMKG: Window of Opportunity Sempit


Menurut Plt. Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Dr. Tri Handoko Seto, operasi modifikasi cuaca di Pulau Jawa dilakukan secara serempak karena sempitnya window of opportunity (peluang) pertumbuhan awan yang memungkinkan disemai agar menjadi hujan.

BMKG Berikan Peringatan Dini Kekeringan


Bersamaan dengan operasi modifikasi cuaca, BMKG juga telah memberikan peringatan dini perihal kondisi iklim dan kesiapsiagaan kekeringan 2024 kepada pemerintah pusat dan daerah.

Sejumlah wilayah di Indonesia, terutama Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, diprediksi akan mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

BMKG: Operasi Modifikasi Cuaca Penting untuk Mitigasi Kekeringan


"Operasi Modifikasi Cuaca perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan awan hujan pada periode transisi sebelum memasuki puncak kemarau sehingga bisa mengisi tampungan air atau waduk di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan tersebut," ujar Dr. Tri Handoko Seto.

Operasi Modifikasi Cuaca: Solusi Tepat untuk Hadapi Musim Kemarau


Operasi Modifikasi Cuaca merupakan langkah strategis BMKG dalam menghadapi musim kemarau dan memastikan ketersediaan air yang memadai bagi masyarakat.

Upaya proaktif ini diharapkan dapat membantu meminimalisir dampak kekeringan dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini