[wpseo_breadcrumb]
UMKM dan Pelestarian Lingkungan Jadi Fokus di Festival Teluk Tomini, Parigi Moutong
Festival Teluk Tomini Siap Dukung UMKM Lokal dan Pelestarian Pesisir
Sulawesitoday - Festival Teluk Tomini (FTT) yang akan digelar oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Parigi Moutong dari tanggal 28 hingga 30 Juni 2024, diharapkan dapat mendukung UMKM lokal serta meningkatkan kesadaran akan pelestarian lingkungan pesisir.
Persiapan untuk festival ini telah mencapai 30 persen, menurut Plt. Kepala Disporapar, Eny Sosilowati.
Persiapan dan Kegiatan Pra Event
Pada tanggal 6 Juni 2024, Eny Sosilowati menyampaikan bahwa persiapan acara sudah mencapai sekitar 30 persen.
"Kegiatan kami saat ini sudah dalam proses persiapan sekitar 20 atau 30 persen," katanya.
Pembersihan dan pembenahan lokasi kegiatan menjadi langkah awal persiapan. Sebelumnya, Disporapar juga telah mengadakan beberapa kegiatan pra event seperti lomba pembuatan video teaser, lomba foto pariwisata, dan lomba jingle, yang karya-karyanya akan ditampilkan dalam FTT.
Konsep Lingkungan dan Ekowisata
Festival ini mengusung konsep lingkungan dan ekowisata sebagai upaya penyelamatan pesisir Teluk Tomini. Semua ornamen yang digunakan dalam festival dibuat dari bahan sampah yang dikumpulkan dari pesisir pantai di wilayah Parigi Moutong.
Eny menjelaskan, “Kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam melalui festival ini.”
Dukungan UMKM Lokal
Selain itu, pemerintah daerah menyediakan lapak-lapak bagi UMKM lokal untuk menjajakan kuliner khas Parigi Moutong, mendukung perekonomian lokal dan memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada pengunjung.
Serangkaian kegiatan FTT juga akan diisi dengan pameran bonsai atau pohon santigi, yang banyak terdapat di sepanjang pantai Teluk Tomini.
Tujuan dan Harapan Festival
Festival Teluk Tomini diharapkan dapat menarik banyak pengunjung dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan pesisir. Dengan persiapan yang matang, Festival Teluk Tomini diharapkan menjadi ajang yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
“Kami berharap festival ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan,” tutup Eny.