Sulawesitoday - Wajah berjerawat menjadi tembok tebal bagi seorang pelamar kerja di tengah ketatnya persaingan mencari nafkah. Meski ia rela dibayar rendah, perusahaan tetap bergeming pada syarat penampilan menarik.
Video curhatan perempuan ini mendadak viral di jagat maya setelah ia mengaku ditolak HRD. Alasan penolakannya bukan soal kemampuan, melainkan persoalan fisik yang dianggap tak memenuhi kriteria.
Ia bahkan mengaku sudah menurunkan standar ekspektasi upah hingga angka Rp1,2 juta per bulan. "Apa aku sekurang itu ya?" tanyanya dengan nada getir dalam rekaman tersebut.
Baca Juga: Viral Koperasi Terpencil di Lereng Gunung Prau, Ternyata Ini Strategi Kades Kediten
Persoalan jerawat yang sulit sembuh menjadi titik sentral penolakan sang pemberi kerja. Padahal, kandidat ini mengklaim telah berupaya maksimal melakukan berbagai pengobatan medis.
Pihak perusahaan dikabarkan secara gamblang mematok syarat good looking kepada setiap calon stafnya. Fenomena ini memicu gelombang kritik pedas dari para peselancar internet di tanah air.
Salah satu netizen menyoroti lemahnya strategi pemasaran perusahaan yang hanya mengandalkan fisik karyawan. "Perusahaan salah memahami, karena good looking bukan variabel absolut," tulis akun @dukunf******t.
Baca Juga: Dua PPK, Satu Kontrak dan Denda Rp459 Juta Juga Ikut Berubah
Sentimen negatif terhadap iklim kerja di dalam negeri pun ikut bermunculan di kolom komentar. Standar rekrutmen yang diskrimnatif dianggap merendahkan martabat para pencari kerja lokal.
"Udah gaji kecil ditolak lagi, itulah perusahaan di Konoha," tulis akun @Scor*****s dengan nada kecewa. Kasus ini menjadi potret buram sistem ketenaga kerjaan yang masih mengagungkan sampul daripada isi.
Hingga kini, identitas perusahan terkait masih terus ditelusuri untuk keberimbangan informasi.