Sulawesitoday - Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Parigi Moutong, Nurul Qiram, menanggalkan sekat formalitas saat menyambangi konstituennya di Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Sabtu (25/04/2026). Alih-alih hanya duduk di balik meja panggung reses, Nurul memilih strategi door-to-door untuk menyerap langsung aspirasi warga yang kerap tercecer dalam forum resmi.
ULATAN adalah desa yang dinamis. Hari itu, suasananya sedikit berbeda. Nurul Qiram datang tidak dengan tangan kosong. Ia membawa telinga yang siap mendengar dan catatan yang siap diisi.
Pertemuan itu cair. Ada Kepala Dusun, ada tokoh pemuda, dan tentu saja: barisan ibu-ibu PKK yang vokal. Mereka tidak minta yang muluk-muluk. Mereka minta alat produktivitas.
Di sektor religi, Nurul mencatat serius soal fasilitas ibadah. Tak pilih kasih. Masjid dan Gereja sama-sama butuh sentuhan renovasi agar jamaah nyaman bersujud. "Pembangunan rumah ibadah adalah fondasi karakter warga, ini prioritas," ujar Nurul di sela-sela dialog.
Lalu masuk ke urusan perut dan dapur.
Para petani di Dapil III ini rindu sentuhan teknologi. Mereka butuh Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Para tukang pun setali tiga uang; butuh alat pertukangan yang mumpuni agar hasil kerja mereka bisa bersaing. Nurul tampak manggut-manggut. Ia tahu, anggaran daerah harus dipaksa berpihak ke sini.
Menariknya, kaum perempuan di Ulatan tidak mau hanya jadi penonton. Kelompok PKK meminta bantuan alat memasak. Tujuannya jelas: kemandirian ekonomi kreatif. Ibu-ibu ini ingin punya usaha sendiri, bukan cuma menunggu kiriman uang dari suami yang lelah bertani.
"Semua aspirasi, mulai dari rumah ibadah sampai alat masak ibu-ibu, akan saya kawal di meja legislatid," tegas Nurul. Opsi door-to-door yang ia lakukan memang ampuh. Ia bisa melihat langsung kondisi dapur warga yang mungkin malu bicara di depan mickrofon saat rapat besar.
Sebagai stimulan, Nurul juga memberikan bantuan langsung. Ada yang dari kantong pribadinya, ada yang untuk kelompok. Ini semacam "uang muka" komitmen sebelum ia bertarung di pembahasan anggaran daerah nanti.
Bagi warga Ulatan, kehadiran Nurul yang mau masuk ke gang-gang kecil adalah oase.
Baca Juga: Legislator Mustakim Kono Pasang Badan Hadang Penggusuran Warga Demi Smelter
Artikel Terkait
BPBD Parigi Moutong Bekali Nelayan Bantaya Teknik SAR dan Pantau Cuaca BMKG
Benalu Kompetensi di Lingkaran Kekuasaan
Sedekah Makanan di Majene, Menghidupkan Warisan Hj Nurjannah Latief
Reses Malam di Donggulu, Harapan di Pundak Sayutin
Legislator Mustakim Kono Pasang Badan Hadang Penggusuran Warga Demi Smelter