Sulawesitoday - Lubang keamanan baru saja ditemukan pada sistem cPanel pekan ini. Pengurus Nasional Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) langsung meniup peluit tanda bahaya bagi seluruh anggotanya.
Di ruang-ruang redaksi, layar monitor kini bukan sekadar menampilkan barisan berita. Di baliknya, ada celah teknis yang mengintai, siap menjadi pintu masuk bagi penyusup ke jantung server media.
Kepercayaan pembaca adalah segalanya bagi industri pers.
"Tech dan security jadi pondasi agar revenue dan keberlanjutan media tetap terjaga," tegas Heru Tjatur, Koordinator Bidang Teknologi AMSI, dalam rilis resmi AMSI Sulteng, 5 Mei 2026.
Baca Juga: Parigi Moutong Percepat Layanan Hukum, Bupati Erwin Dorong Sidang Online hingga Pelosok Desa
Ia meminta tim teknologi tidak menunda pembaruan sistem. Langkah pertama adalah melakukan patch pada versi cPanel paling mutakhir.
Audit akses juga menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Pengelola media wajib mengganti password dan mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA) secepatnya.
Jangan lupa untuk melakukann pencadangan atau backup data secara penuh. Langkah ini krusial untuk mitigasi jika sewaktu-waktu terjadi ganguan sistem.
Penyedia layanan managed hosting pun harus diajak bicara. Pastikan pihak provider sudah menutup celah keamanan pada server yang digunakan.
Namun, tantangan sesungguhnya datang dari kemajuan teknologi itu sendiri. Ironisnya, kehadiran model AI dari raksasa seperti Anthropic dan OpenAI justru melahirkan alat serangan yang lebih ganas.
Baca Juga: Gaduh Perpres Ekstremisme Baru, Netizen Desak Perampasan Aset Koruptor Ketimbang Awasi Keluarga
Kini serangan digital bukan lagi kerja manual yang lamban.
"Serangan digital kini bisa diotomatisasi, lebih cepat, dan lebih personal," ungkap Arkka Dhiratara dari Bidang Teknologi AMSI.
AMSI kini dalam posisi siaga tinggi memantau perkembangan situasi ini. Bagi media yang kebingungan, asosiasi menyediakan jalur konsultasi teknis dan pendampingan.