Sulawesitoday - Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, berdiri di tengah kepulan asap sisa pembakaran di Kelurahan Kamonji, Minggu (3/5). Tatapannya tajam menyapu tumpukan limbah domestik yang hangus di pinggir jalan.
Tanpa basa-basi, ia langsung menegur warga yang masih nekat membakar sampah di area pemukiman padat. Aksi turun lapangan ini merespons keluhan warga soal polusi udara yang kian menyesakkan dada.
"Kota Palu ingin sehat, kota Palu ingin bersih. Jangan lagi ada yang bakar sampah," tegas Imelda di lokasi.
Baca Juga: Bukan Aurora, Ini Rahasia Awan Warna-Warni Jonggol yang Bikin Heboh Jagat Maya
Ia teringat kebakaran rumah warga beberapa waktu lalu yang dipicu api dari lingkungan sekolah. Tragedi itu bagi Imelda adalah peringatan keras yang tidak boleh terulang kembali di sudut kota manapun.
Risiko api melalap perumahan bukan sekadar isapan jempol di musim kering seperti sekarang. Selain bahaya api, asap pembakaran dinilai merusak kualitas udara dan mengancam kesehatan anak-anak.
Imelda meminta aparat kelurahan hingga ketua RT tidak tutup mata melihat lahan kosong jadi tempat pembuangan.
"Awasi lingkungan sekitar, jangan biarkan lahan kosong jadi sumber masalah baru," ujarnya dengan nada rendah namun menekat.
Lahan-lahan tak bertuan di Kamonji memang kerap jadi sasaran empuk warga membuang sampah secara sembunyi-sembunyi. Penataan ulang lahan-lahan tersebut kini menjadi prioritas agar tidak memicu konflik horisontal antar tetangga.
Baca Juga: Nasib Pilu Imam Masjid di Palopo, Usai Tegur Bocah Main Mik Berujung Injakan dan Pukulan Batu Bata
Pemerintah kota sebenarnya telah menyiapkan armada pengangkutan sampah secara rutin ke tiap wilayah. Warga hanya diminta disiplin meletakan sampah pada tempat yang sudah ditentukan tepat waktu.
Perubahan besar kota ini, menurut Imelda, hanya bisa dimulai dari kedisiplinan kecil di depan rumah masing-masing. Ia berharap masyarakat tidak lagi mengambil jalan pintas dengan menyulut korek api pada tumpukan plastik.
Aksi sigap ini menuai apresiasi dari warga sekitar yang merasa suaranya didengar oleh pimpinan daerah. Mereka berharap pengawasan ketat seperti ini dilakukan merata di seluruh kelurahan di Kota Palu agar lingkungan tetap asri.
Artikel Terkait
Mengenal Barcode BBM Nelayan, Aturan Ketat MyPertamina yang Tuai Kritik DPRD Parigi Moutong
Aturan Main RSUD, Di Balik Standar Kemenkes dan Kritik Pedas DPRD Parigi Moutong
Pagar Hukum Tata Ruang, Kunci Celah Konflik Lahan yang Dikritik DPRD Parigi Moutong
Nasib Pilu Imam Masjid di Palopo, Usai Tegur Bocah Main Mik Berujung Injakan dan Pukulan Batu Bata
Bukan Aurora, Ini Rahasia Awan Warna-Warni Jonggol yang Bikin Heboh Jagat Maya