Sulawesitoday - Prof. Dr. Hamlan, M.Ag. dan Subhan Lapu resmi terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Parigi Moutong periode baru dalam Konferensi Cabang (Konfercab) yang berlangsung sah dan memenuhi kuorum di Cafe Rica Tua, Kecamatan Parigi, Sabtu (26/6/2026).
Pemilihan berjalan lancar. Seluruh prosedur administratif terpenuhi. Forum tertinggi tingkat kabupaten ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Tengah, Kiai H. Faisal Attamimi, M.Fil.I., bersama Ketua Tanfidziyah Caretaker, Yasdi Usada.
Pelaksanaan Konfercab berjalan sesuai konstitusi organisasi. Mekanisme bersandar ketat pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama.
Legitimasi Konfercab dan Kehadiran Utusan Kecamatan
Sembilan dari total 13 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang telah terbentuk di Kabupaten Parigi Moutong hadir secara fisik. Kehadiran ini memastikan forum pengambilan keputusan tertinggi NU di tingkat daerah tersebut sah demi hukum organisasi.
Ketua Tanfidziyah terpilih, Prof. Dr. Hamlan, M.Ag., menegaskan legitimasi penuh dari pelaksanaan forum ini. Seluruh tahapan dipastikan berjalan tertib tanpa kendala administratif.
"Proses penentuan dan pemilihan pengurus cabang NU Parigi Moutong telah berjalan dengan lancar dan sah sesuai prosedur organisasi. Pelaksanaan konferensi cabang telah memenuhi kuorum yang ditentukan. Seluruh proses ini berjalan sesuai dengan AD/ART serta mekanisme organisasi yang berlaku," ujar Prof. Hamlan.
Sekretaris PWNU Sulawesi Tengah, Dr. Faisal At-Tamimi, M.Fil.I., menambahkan bahwa hadirnya kepengurusan baru ini ditargetkan mampu membangkitkan kembali gairah tata kelola organisasi di wilayah Teluk Tomini tersebut. Target utamanya adalah memberikan dampak sosial-ekonomi dan keagamaan yang langsung dirasakan oleh masyarakat akar rumput.
"MWCNU yang hadir dari pantauan kami semenjak awal ada sekitar 9 MWCNU dari 13 yang terbentuk. Masih ada beberapa kecamatan lagi yang belum terbentuk MWCNU-nya. Ini menjadi tugas PCNU yang baru untuk menata kembali," tambah Dr. Faisal At-Tamimi.
Tiga Program Strategis PCNU Parigi Moutong
Usai mendapat mandat, duet Prof. Hamlan dan Subhan Lapu langsung merumuskan arah gerak organisasi. Ada tiga pilar utama yang menjadi target prioritas kepengurusan ke depan:
- Penataan Organisasi Berbasis Kompetensi: Struktur pengurus akan diisi oleh sumber daya manusia potensial di Parigi Moutong. Syarat mutlaknya adalah memiliki kompetensi keagamaan bercorak Nahdliyin yang teguh pada nilai Ahlussunnah wal Jama'ah. Karakter ini adaptif dengan lanskap sosiologis masyarakat lokal dan memiliki kedekatan kultural dengan organisasi Alkhairaat.
- Sinergi Strategis dengan Pemda: PCNU memposisikan diri sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Kolaborasi difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, aksi sosial keagamaan, serta akselerasi mutu pendidikan.
- Pembinaan Moralitas Umat: Menjalankan fungsi fundamental organisasi dalam membina umat melalui penguatan basis nilai tauhid, perbaikan akhlak, dan penegakan moralitas publik.
Prof. Hamlan melengkapi keterangannya dengan menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas soliditas para kader selama pelaksanaan forum berlangsung.
"Kami bersyukur atas suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang tercipta selama kegiatan berlangsung. Kami berharap momentum ini menjadi langkah awal yang baik untuk memajukan organisasi Nahdlatul Ulama di Kabupaten Parigi Moutong," sebut Prof. Hamlan.
Langkah Taktis Pasca-Konfercab
Struktur baru tidak ingin menunda waktu kerja. PWNU Sulawesi Tengah menginstruksikan akselerasi kerja administratif agar roda organisasi langsung bergerak masif di tingkat akar rumput.
Berikut adalah tahapan operasional PCNU Parigi Moutong selanjutnya:
- Menyusun dan merapikan berkas kelengkapan administratif pasca-Konfercab.
- Mengusulkan penerbitan Surat Keputusan (SK) pengesahan kepengurusan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.
- Melaksanakan pelantikan resmi pengurus setelah SK PBNU diterbitkan.
- Menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) untuk mem-breakdown program fisik dan nonfisik demi pembangunan Kabupaten Parigi Moutong.
- Melakukan ekspansi organisasi berupa pembentukan pengurus MWCNU baru di kecamatan-kecamatan yang belum memiliki struktur NU.
"Insyaallah gerakan kami ini bisa membawa Parigi Moutong menjadi lebih baik lagi demi umat bersama pengurus-pengurus yang lalu," tegas Rais Syuriyah terpilih, Subhan Lapu, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong.