berita

Parigi Moutong Bentuk Tim Pengawasan Orang Asing, Awasi Investor Tiongkok di Sektor Durian dan Tambang Emas

Rabu, 15 Juli 2026 | 11:34 WIB
Parigi Moutong bentuk Tim Pengawasan Orang Asing mulai Agustus 2026 untuk awasi investor Tiongkok di sektor durian dan tambang emas.

@sulawesitodaycom

Kenapa rumah kemas durian dan tambang emas di Parigi Moutong sekarang dijaga ketat? Bukan untuk dipersulit. Tapi karena investor asing terutama dari Tiongkok memang sedang membanjiri daerah kita. Bayangkan, sudah ada 17 unit rumah kemas durian yang beroperasi. Sektor tambang emas juga mulai ramai bersiap. Potensi alam kita kaya luar biasa. Wajar kalau dilirik dunia. Tapi, kekayaan ini wajib membawa berkah, bukan masalah. Kita tentu tidak ingin mengulang cerita lama saat ada warga negara asing yang terpaksa dipulangkan karena tinggal tanpa izin yang jelas. Itulah mengapa Bupati Erwin Burase langsung mengambil langkah taktis. Pemda menggandeng Imigrasi Palu untuk membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) yang akan resmi bertugas Agustus depan. Sektor durian, tambang, hingga pariwisata bakal diawasi agar semua berjalan di atas koridor hukum yang sah. Hebatnya lagi, koordinasi ini berbuah rencana besar. Pemkab siap menghibahkan lahan untuk pembangunan kantor imigrasi perwakilan di Parigi Moutong. Langkah ini adalah sinyal kuat dari daerah. Parigi Moutong sangat terbuka bagi investasi, asal patuh pada aturan main. Ke depan, investor tenang berusaha, dan warga kita pun diuntungkan karena bikin paspor tidak perlu jauh-jauh lagi ke Palu. Apakah pengawasan ketat seperti ini bikin investor nyaman atau justru sebaliknya? Yuk, diskusi di kolom komentar! #ParigiMoutong #EkonomiParigiMoutong #DurianParigiMoutong #kabarsulawesitoday #InvestasiDaerah

♬ suara asli - Menurut Sulawesitoday - Menurut Sulawesitoday

Sulawesitoday - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyiapkan Tim Pengawasan Orang Asing untuk mengawasi investor asing yang mulai membanjiri sektor durian dan tambang emas di wilayah itu. Bupati Erwin Burase memastikan langkah ini demi kepastian hukum dan ketertiban investasi asing di daerah.

"Alhamdulillah, dukungan luar biasa datang dari Kepala Kantor Imigrasi. Insya Allah Agustus mendatang, Tim Pengawasan Orang Asing kita bentuk," kata Bupati Erwin Burase usai audiensi di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Selasa, 14 Juli 2026.

Parigi Moutong makin dilirik investor asing. Potensi sumber daya alam daerah ini menarik minat investor, khususnya dari Tiongkok, kata Bupati Erwin Burase.

Sektor perkebunan durian jadi buktinya. Sebanyak 17 unit rumah kemas kini beroperasi, sebagian besar dikelola investor asal Tiongkok.

Tambang emas turut jadi sorotan Bupati. Sejumlah kegiatan tambang masih mengurus izin dan belum resmi beroperasi di lapangan.

Pemerintah pastikan aktivitas berjalan tertib. Erwin Burase menegaskan seluruh kegiatan investasi perlu terkoordinasi baik dengan aparat terkait.

Kasus WNA yang dipulangkan jadi pelajaran. Warga negara asing itu harus dipulangkan karena keberadaannya tidak jelas dan menetap lama tanpa pengawasan.

Koordinasi lintas lembaga sempat tersendat. Alur pengawasan orang asing selama ini belum optimal sehingga menyulitkan pemantauan di lapangan.

Baca Juga: Mendagri Siapkan Suntikan Dana Darurat untuk Gaji PPPK Empat Kabupaten di Sulteng Akibat Anggaran Kritis

"Insya Allah cita cita ini dapat terwujud. Kehadiran kantor imigrasi sendiri penting agar kita bisa memastikan setiap orang asing yang masuk melapor dengan benar," kata Erwin Burase.

Tim Pora nanti mengawasi lintas sektor usaha. Cakupannya meliputi pengolahan durian, pertambangan, hingga pariwisata yang melibatkan investor asing.

Rencana kantor imigrasi juga mengemuka. Pemerintah daerah siap menyediakan lahan untuk pembangunan kantor imigrasi perwakilan di Parigi Moutong.

Pembahasan teknis kini tengah berjalan. Luas lahan dan sejumlah persyaratan pembangunan masih dibahas bersama pihak imigrasi.

Halaman:

Tags

Terkini