@sulawesitodaycom Mengapa anggaran belanja pegawai harus dipotong habis-habisan tahun depan? Rakyat Parigi Moutong sudah lama mendambakan jalan mulus dan irigasi yang lancar. Sayangnya, uang daerah selama ini habis tersedot untuk membiayai rutinitas birokrasi. Bupati Erwin Burase akhirnya mengambil keputusan berani. Belanja operasional yang tidak produktif resmi dipangkas. Kebijakan ini diambil demi memperbesar porsi pembangunan fasilitas publik pada APBD 2027. Digitalisasi pajak juga mulai digenjot agar daerah tidak melulu bergantung pada kiriman dana pemerintah pusat. Menariknya, di tengah pengetatan anggaran tersebut, pemerintah daerah justru berhasil mengamankan hibah lahan strategis untuk pembangunan markas TNI. Sebuah langkah taktis demi menjaga stabilitas keamanan wilayah. Apakah efisiensi radikal ini mampu mengubah wajah infrastruktur daerah secara instan? Kita tunggu pembuktiannya di lapangan. Salurkan aspirasi atau pendapat kalian mengenai prioritas pembangunan daerah di kolom komentar. #ParigiMoutong #BupatiErwinBurase #AnggaranDaerah #InfrastrukturPublik #KabarSulawesitoday
♬ suara asli - Menurut Sulawesitoday - Menurut Sulawesitoday
Sulawesitoday - Kabupaten Parigi Moutong bersiap memangkas belanja operasional tidak produktif dalam rancangan anggaran tahun depan. Langkah efisiensi ini diambil demi memperbesar alokasi pembangunan infrastruktur dasar masyarakat.
"Pemerintah daerah fokus mengoptimalkan belanja pegawai sesuai kebutuhan organisasi," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase pada Rabu, 15 Juli 2026. Penataan ini dilakukan agar program pembangunan fasilitas publik bersentuhan langsung dengan kepentingan warga.
Langkah pengetatan anggaran menjadi opsi mutlak eksekutif daerah. Kebijakan belanja daerah kini diarahkan sepenuhnya berbasis hasil kinerja nyata.
Penurunan proyeksi pendapatan juga membayangi pos anggaran baru. Kondisi ini terjadi karena target dana alokasi khusus dari pusat belum masuk perencanaan.
Baca Juga: Anleg Fadli Usul Penundaan Paripurna Jika Bupati dan Wabup Parigi Moutong Kembali Absen
Pemerintah daerah memilih memperluas ruang fiskal lewat optimalisasi pendapatan asli. Digitalisasi sistem perpajakan daerah mulai digenjot tanpa membebani pelaku usaha kecil.
"Sektor pertanian, perikanan, serta pariwisata tetap menjadi prioritas utama kerja kami," ujar Erwin Burase menjelaskan arah kebijakan. Sektor riil dianggap mampu mendongkrak kemandirian ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Alokasi belanja modal infrastruktur dasar akan dinaikkan secara bertahap. Pembangunan difokuskan pada perbaikan jalan produksi, jaringan irigasi, serta fasilitas kesehatan.
Ancaman banjir akibat pendangkalan sungai juga mulai mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah segera menyiapkan desain perencanaan fisik untuk penanganan jangka panjang.
Hibah lahan strategis untuk fasilitas TNI ikut berjalan beriringan. Lokasi markas komando resort militer dan detasemen polisi militer kini masuk tahap penyelesaian.
Kerja sama dengan legislatif menjadi kunci utama penyusunan anggaran bermutu. Sinergi kedua lembaga diharapkan melahirkan kebijakan keuangan daerah yang berpihak kepada publik.
"Kami berharap seluruh tahapan pembahasan anggaran berjalan lancar," ucap Erwin Burase di akhir sidang. Kesepakatan tepat waktu akan menjamin kelancaran roda pemerintahan tahun anggaran mendatang.