berita

Kebakaran Lahan Kalimantan Sentuh 32 Ribu Hektare, Kalbar Terparah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:38 WIB
Kementerian Kehutanan mencatat kebakaran lahan di Kalimantan mencapai 32.580 hektare pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kebakaran lahan gambut di Kalimantan Barat melonjak tajam memicu ancaman krisis ekologis nasional. Kerusakan lahan di wilayah ini menembus angka 28 ribu hektare hingga pertengahan Agustus 2026.

Akumulasi total lahan terbakar di seluruh Pulau Kalimantan menembus angka 32.580 hektare. Data resmi pemerintah mengonfirmasi lonjakan luas area terdampak di empat provinsi utama.

Kalimantan Barat mencatatkan kerusakan terluas dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan. Dominasi lahan gambut membuat kobaran api melahap vegetasi dengan sangat cepat.

Kalimantan Tengah menyumbang angka kerusakan lahan terbesar kedua. Wilayah ini mencatat luas kebakaran lebih dari 3.000 hektare.

Baca Juga: Karhutla Banjarbaru Kalsel Makin Parah Pengendara Terancam Jarak Pandang 5 Meter

Kalimantan Timur melaporkan area terdampak mencapai 1.200 hektare. Sementara Kalimantan Selatan mencatat luas kebakaran sekitar 380 hektare.

Petugas di lapangan terus berpacu memadamkan bara api bawah permukaan. Proses verifikasi area meluas karena karakter api gambut yang tersembunyi.

Satelit pemantau mendeteksi lonjakan titik panas secara drastis. Lonjakan ekstrem ini terjadi seiring masuknya puncak musim kemarau.

Sistem pemantauan Sipongi mencatat 5.601 titik panas nasional. Angka tersebut mendominasi wilayah Kalimantan Tengah serta Kalimantan Barat.

Akumulasi titik panas harian mencapai puncak tertinggi pertengahan pekan. Jumlah titik panas aktif terdeteksi sebanyak 5.064 lokasi.

Kalimantan Tengah mendeteksi titik panas terbanyak sejumlah 2.063 lokasi. Kalimantan Barat menyusul rapat dengan sebaran 1.982 lokasi.

Kondisi asap pekat kian memperburuk kualitas udara pemukiman warga. Pergerakan kabut tebal mengancam sektor kesehatan serta mobilitas masyarakat.

Tags

Terkini