berita

Optimalisasi Penanggulangan HIV-AIDS, KPA Sulteng Gelar Rakor Pokja dan Edukasi KPAP

Rabu, 28 Februari 2024 | 08:35 WIB
Foto: Optimalisasi Penanggulangan HIV-AIDS, KPA Sulteng Gelar Rakor Pokja dan Edukasi KPAP (Humas Pemprov Sulteng)













Optimalisasi Penanggulangan HIV-AIDS, KPA Sulteng Gelar Rakor Pokja dan Edukasi KPAP


Sulawesitoday- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulawesi Tengah bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng dalam upaya menanggulangi penyebaran Human Immunodeficiency Virus – Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) melalui rapat koordinasi kelompok kerja (Pokja) dan edukasi. Kegiatan ini digelar di ruang rapat Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng pada hari Selasa.

Dalam rapat ini, dihadiri oleh berbagai perwakilan instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Diskominfo, Dinas Kebudayaan, Bappeda, Dinas Pendidikan, BKKBN, Dinas P2KB, Kemenag, serta pejabat terkait lainnya. Tema yang diangkat adalah "Pencegahan HIV-AIDS melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) pada remaja usia 15-24 tahun."

Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Zulfikar Paudi, membacakan sambutan tertulis dari Gubernur, yang juga secara resmi membuka acara tersebut. Gubernur menekankan bahwa peningkatan kasus HIV-AIDS di Sulawesi Tengah maupun secara nasional merupakan perhatian serius, terutama dengan dominasi perilaku seks bebas di kalangan remaja dan pasangan sesama jenis.

"Fenomena ini memerlukan upaya komunikasi informasi dan edukasi yang intensif agar remaja memahami pentingnya pencegahan serta mau memeriksakan diri untuk mengetahui statusnya," ungkap Gubernur sebagai Ketua KPA Provinsi Sulteng.

Sementara itu, Sekretaris KPA Provinsi Sulteng, Muslimah L. Gadi, melaporkan angka penularan HIV-AIDS pada remaja yang cukup mengkhawatirkan, dengan kasus HIV mencapai 3.846 dan 23,5 persen di antaranya berusia 15-24 tahun. Dia juga menyoroti bahwa sebanyak 63 persen temuan kasus HIV pada usia tersebut disebabkan oleh perilaku seksual menyimpang, terutama homoseksual, serta tingginya penularan melalui aplikasi transaksi seksual seperti Mi Chat.

"Kota Palu menjadi wilayah dengan kontribusi tertinggi terhadap kasus HIV, mencapai kurang lebih 50 persen," tambahnya.

Upaya bersama dari berbagai sektor, khususnya lembaga pendidikan, sangat diharapkan untuk menekan laju penyebaran HIV-AIDS di Provinsi Sulawesi Tengah, terutama di kalangan remaja usia 15-24 tahun. Dengan demikian, diharapkan dapat diciptakan generasi yang lebih sehat dan mencegah penyebaran lebih lanjut dari penyakit tersebut.







 








 




Terkini