berita

Pemkab-Sigi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan dengan Tangani Sampah

Sabtu, 9 Maret 2024 | 13:04 WIB
Pemkab-Sigi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan dengan Tangani Sampah

Pemkab-Sigi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan dengan Tangani Sampah

Sigi, Sulawesi Tengah - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menggalakkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan mengatasi masalah sampah, baik melalui pengolahan kembali maupun pengelolaan ke tempat pembuangan akhir.

Menurut Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, kegiatan aksi bersih yang diselenggarakan secara serentak di 34 wilayah di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan pesan yang sangat positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah akan pentingnya penanganan sampah. "Penyelenggaraan aksi ini di Sulawesi Tengah difokuskan di Kabupaten Sigi, memberikan kesempatan kepada masyarakat dan pemerintah setempat untuk lebih memahami urgensi penanganan sampah," ujarnya.

Pongi menjelaskan bahwa tujuan aksi ini adalah untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan mengumpulkan dan mengelola sampah secara efektif. "Keterlibatan seluruh pihak, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), sangat penting dalam memberikan contoh dan motivasi kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Aksi penanganan sampah difokuskan di Kawasan Hunian Tetap (Huntap) Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, mulai dari pintu gerbang kawasan tersebut hingga pemukiman warga huntap di sekitarnya. Namun, Pongi mengakui bahwa penanganan sampah di daerah tersebut masih belum optimal karena keterbatasan armada pengangkut sampah milik pemkab.

Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sigi menunjukkan bahwa produksi sampah di Kabupaten Sigi mencapai 48 ribu ton per tahun, namun baru sekitar 15 ribu ton yang berhasil ditangani. "Kami memiliki tantangan besar dalam mengelola sampah dengan baik, termasuk pengurangan dan daur ulang, sehingga dapat dimanfaatkan kembali," tambahnya.

Selama tahun 2023, DLH Sigi masih melayani sampah dari sekitar 4.200 kepala keluarga (KK) di tiga kecamatan, menunjukkan perlunya langkah lebih lanjut dalam mengatasi permasalahan sampah di wilayah tersebut.

Terkini