• Kamis, 4 Juni 2026

Fenomena Sejumlah Jalan Desa Mendadak Diperbaiki Usai Admin Medsos Gerindra Buka Aduan Soal Kades Nakal

.
- Rabu, 6 November 2024 | 22:41 WIB
Viral, jalan desa diperbaiki usai Gerindra buka kanal aduan, memicu antusiasme publik soal perubahan infrastruktur. #FenomenaViral #PerbaikanJalan (Dwi Rahayu Putri)
Viral, jalan desa diperbaiki usai Gerindra buka kanal aduan, memicu antusiasme publik soal perubahan infrastruktur. #FenomenaViral #PerbaikanJalan (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Sejumlah jalan desa di Indonesia yang bertahun-tahun dibiarkan rusak tanpa perbaikan tiba-tiba diperbaiki hanya dalam hitungan hari. Fenomena ini ramai dibicarakan netizen, terutama setelah Prabowo Subianto dilantik sebagai presiden.

Media sosial pun dibanjiri unggahan video perbaikan jalan-jalan desa yang sebelumnya penuh lubang, kerikil, dan lumpur, seakan baru kali ini tersentuh proyek infrastruktur.

Melalui akun resmi dan berbagai Dewan Perwakilan Cabang (DPC), partai Gerindra secara terbuka mengajak masyarakat untuk melaporkan berbagai keluhan terkait kinerja pejabat daerah.

Baca Juga: Viral dan Aneh, Penyembah di Mathura Yakin Air Tetesan Dewa Padahal Hanya Kondensasi AC

"Kami mendukung penuh aspirasi masyarakat. Jangan ragu melapor jika ada yang perlu diperbaiki,” tulis salah satu akun DPC Gerindra di media sosial. Dengan respons cepat, laporan ini bahkan ditindak lanjuti langsung oleh beberapa pejabat desa, memicu reaksi mendadak dari berbagai pihak.

Daya Viral Keluhan Netizen
Salah satu video yang viral menunjukkan jalan di desa Pangkajene, Sulawesi Selatan, yang mulanya rusak parah dengan banyak lubang kini mulus dan terlihat baru.

Beberapa netizen bercanda bahwa perbaikan ini “takut diciduk,” sambil mengisyaratkan kekhawatiran pemerintah desa atas sorotan publik yang kini lebih kritis.

Baca Juga: Aksi Anarkis di Tangerang Selatan, Posko Ormas Dibakar Akibat Sengketa Tanah

Seorang pengguna menulis, "Bagaimana dengan desa kami? Jalanan sudah seperti rel kereta api!" Ada pula yang mengeluhkan masalah lebih luas, seperti hilangnya subsidi pupuk, pengurangan gaji tenaga harian lepas (THL), dan penurunan tunjangan kinerja (tukin). Aduan ini pun menyasar pada pelayanan kesehatan yang dinilai masih kurang maksimal dan perlunya perhatian pada kelompok rentan seperti anak berkebutuhan khusus.

Dengan respons seperti ini, beberapa warga mengaku senang meski sebagian masih skeptis, terutama yang tinggal di desa-desa terpencil dan jarang mendapat perhatian pembangunan. Mereka berharap bahwa laporan ini bukan sekadar respons sesaat tetapi bagian dari komitmen jangka panjang.

Baca Juga: Penyetoran Bandar Judi ke Komdigi: Money Changer Dijadikan Alat Cuci Uang?

Peran Media Sosial Sebagai Kanal Pengaduan
Melalui kanal pengaduan yang dibuka oleh Gerindra, masyarakat kini lebih aktif menyuarakan keluhannya. Partai tersebut mendorong warga untuk mengutarakan kecurigaan terhadap pejabat desa yang terkesan lalai atau menunda-nunda pembangunan desa.

Pengguna media sosial menganggap ini langkah yang baik—namun tetap menunggu bukti nyata berupa perbaikan berkelanjutan, bukan sekadar perbaikan mendadak yang dipicu sorotan media.

Baca Juga: Dua Tersangka Komdigi Terlibat Kasus Judi Online Resmi DPO, Polisi Intensifkan Pengejaran!

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misteri Triliunan, Menguak Jejak Kekayaan Haji Isam

Rabu, 12 Februari 2025 | 18:29 WIB
X