• Kamis, 4 Juni 2026

Cak Imin Dimarahi Istri: Apa Gunanya Jadi Menteri Kalau Judol Nggak Bisa Diatasi?

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 16 November 2024 | 19:24 WIB
Cak Imin dan Meutya Hafid menghadapi tekanan publik akibat maraknya judi online, dari kritik istri hingga keterlibatan pegawai Komdigi. (Dwi Rahayu Putri)
Cak Imin dan Meutya Hafid menghadapi tekanan publik akibat maraknya judi online, dari kritik istri hingga keterlibatan pegawai Komdigi. (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Cak Imin, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, secara mengejutkan mengungkapkan salah satu tantangan pribadinya terkait maraknya judi online di Indonesia. Dalam sebuah kunjungan ke RSUP Nasional Cipto Mangunkusumo, ia berbagi cerita bahwa ia kerap dimarahi oleh istrinya, Rustini Murtadho, setiap kali pulang ke rumah.

"Apa gunanya kamu jadi menteri kalau judi online nggak bisa diatasi," itulah kalimat yang sering dilontarkan istrinya, menurut pengakuan Cak Imin. Kalimat ini tampaknya menjadi cerminan frustrasi banyak warga Indonesia terhadap lambannya pemberantasan judi online yang kini telah menjadi masalah sosial besar. Bahkan, Cak Imin sendiri mengakui, ini bukan hanya soal tugas pemerintah, tetapi sebuah tanggung jawab moral bersama.

Baca Juga: Dari Anak Petani Hingga Miliarder, Kisah Inspiratif Pendiri Miniso dan Kekayaan Rp40 Triliunnya

"Saya mengajak seluruh pihak, ayo kita bahu-membahu mengatasi ini," ujarnya. Meski nada suaranya optimis, beban itu terasa nyata, terlebih dengan adanya desakan dari Presiden Prabowo untuk segera menuntaskan masalah ini.

Dampak Judi Online yang Merusak Rumah Tangga

Di sisi lain, kisah pilu muncul dari warga yang menjadi korban langsung dampak judi online. Salah satunya adalah Nuravia Oktavia, seorang istri berusia 44 tahun yang menyaksikan suaminya terjerumus dalam kecanduan judi. Ia mengungkapkan bahwa barang-barang berharga di rumahnya, seperti handphone dan TV, telah dijual habis untuk memenuhi kebutuhan judi suaminya.

"Gara-gara judi online, saya sampai ditagih-tagih utang," ungkapnya saat bertemu Menkomdigi, Meutya Hafid. Nur tak bisa menahan emosinya saat menceritakan bahwa suaminya bahkan harus berurusan dengan pihak kepolisian akibat kasus ini.

Cerita seperti ini bukan hal yang asing di Indonesia. Judi online telah menjadi ancaman yang nyata, menghancurkan kehidupan individu sekaligus keluarga mereka.

Baca Juga: Komentar Pedas CEO Intel Berujung Kerugian ,68 Miliar!

Ironi di Tubuh Pemerintah: Pegawai Komdigi Terlibat Judol

Namun, upaya pemberantasan judi online justru dinodai oleh fakta mengejutkan: keterlibatan 18 pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam mengelola situs judi online. Kasus ini terungkap awal bulan November 2024, membuat publik bertanya-tanya bagaimana sebuah lembaga yang seharusnya menjadi garda depan pemberantasan malah terlibat dalam praktik ilegal ini.

Menkomdigi, Meutya Hafid, tak mampu menyembunyikan rasa malu dan sedihnya. Dalam kunjungan kerjanya di Jakarta, ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada warga. "Saya seperti ibunya dari kantor itu. Kalau ada anak yang salah, pasti sedih," tuturnya sambil menahan air mata.

Kritik tajam dari masyarakat tidak terelakkan. Kasus ini dianggap sebagai ironi besar, mengingat salah satu tugas Komdigi adalah memastikan regulasi internet di Indonesia berjalan sesuai hukum.

Perlu Gerakan Nasional Melawan Judi Online

Maraknya judi online tidak bisa hanya dilihat sebagai pelanggaran hukum biasa. Ini adalah bencana sosial yang menyentuh semua lapisan masyarakat. Para menteri, seperti Cak Imin dan Meutya Hafid, kini dihadapkan pada tugas berat: merebut kembali kepercayaan masyarakat.

Satu hal yang disampaikan Cak Imin patut menjadi renungan: "Ini bukan pekerjaan satu orang, tetapi tanggung jawab bersama." Dalam konteks ini, peran masyarakat untuk melaporkan aktivitas judi online, mengedukasi keluarga, hingga mendukung rehabilitasi korban menjadi sama pentingnya dengan langkah-langkah hukum yang dilakukan pemerintah.

Tantangan Masa Depan

Kisah seperti Nuravia hanyalah sebagian kecil dari gambaran besar yang dihadapi Indonesia. Sementara itu, kepercayaan terhadap institusi pemerintah terus diuji. Keberhasilan pemberantasan judi online akan menjadi tolok ukur sejauh mana kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat memberikan hasil nyata.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misteri Triliunan, Menguak Jejak Kekayaan Haji Isam

Rabu, 12 Februari 2025 | 18:29 WIB