entertainment

Demi Haji, Tiga Pria Lintas Benua 8000 Km Naik Kuda, Hidupkan Kembali Jejak Leluhur

Senin, 9 Juni 2025 | 15:16 WIB
Tiga pria muslim Spanyol menunggang kuda sejauh 8.000 KM ke Makkah demi Haji, menghidupkan kembali tradisi kuno dengan tekad spiritual yang kuat.

Sulawesitoday - Kisah tiga pria, Abdelkader Harkassi, Abdallah Hernandez, dan Tariq Rodriguez, tak ubahnya romansa sejarah yang terulang kembali. Dengan menunggang kuda, mereka memacu langkah dari selatan Spanyol, menjelajah 8.000 kilometer, melintasi sepuluh negara, semata Demi Haji ke Tanah Suci.

Sebuah penjelajahan jiwa yang membangkitkan kembali jejak leluhur Muslim Andalusia.

Tujuh bulan lamanya tapal kuda berderap, dari Oktober 2024 hingga awal Juni 2025.

Perjalanan spiritual itu bak untaian doa panjang yang terangkai di daratan Spanyol, Prancis, Italia, Slovenia, Kroasia, Bosnia, Serbia, Turki, Suriah, dan Yordania, sebelum akhirnya menyentuh jazirah Arab Saudi.

Di belakang layar, Bouchaib Jadil, seorang kepala konstruksi yang mukim di Spanyol, setia mengiringi dengan dukungan logistik dan penunjuk jalan bermobil.

Niat tulus 3 pria itu berpucuk dari janji Abdallah Hernandez. Tiga setengah dekade silam, tatkala ia memeluk Islam, sebuah ikrar terucap: kelak berhaji dengan cara para leluhur Muslim Andalusia.

Kini, ikrar itu bersemi. Dua tahun mereka berlatih, menempa raga dan mental, hingga akhirnya bertolak dari Masjid Al-Monaster di selatan Spanyol.

Namun, bukan tanpa duri perjalanan panjang ini. Administrasi lintas negara menjadi salah satu rintangan terjal. Kuda, yang kini bukan lagi alat transportasi umum, mesti diperlakukan layaknya "hewan ternak" yang memerlukan izin impor di tiap perbatasan.

“Alhamdulillah, semua dokumen akhirnya bisa kami selesaikan,” ujar Hernandez, menyunggingkan senyum lega. Itu bukan sekadar perjalanan raga, tapi sebuah ziarah batin.

“Ini bukan hanya tentang menempuh jarak. Ini adalah perjalanan bagi jiwa,” imbuhnya.

Pada 2 Mei 2025, tapal kuda mereka menjejak perbatasan Yordania. Dan tak lama berselang, di awal Juni, kota Qurayyat, Provinsi Al-Jawf, Arab Saudi, menyambut hangat. Kepala Pusat Al-Haditha, Mamdouh Al-Mutairi, bersama masyarakat setempat, berebut mengabadikan momen langka ini.

“Kami telah lama memimpikan ini. Hati kami dipenuhi cinta dan harapan. Kami menjalani perjalanan ini dengan penuh rasa hormat dan kebahagiaan yang mendalam,” tutur salah satu dari mereka, matanya berkaca-kaca.

Baca Juga: Bukan Sekadar Inspeksi, Wabup Parigi Moutong Langsung Turun Tangan Urus Jembatan Vital di Sausu

Puncak haru pecah pada 4 Juni 2025. Sebuah unggahan di akun X (dulunya Twitter) @nouvelleaubefr memperlihatkan ketiganya telah tiba di Makkah.

Halaman:

Tags

Terkini

Misteri Triliunan, Menguak Jejak Kekayaan Haji Isam

Rabu, 12 Februari 2025 | 18:29 WIB