kriminal

Panas! Aksi Mahasiswa Bakar Ban di Nasdem Tower, Tuntut Nasdem Pecat Ahmad Sahroni Buntut Ucapan Kontroversial

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 22:45 WIB
Massa mahasiswa bakar ban dan blokade jalan depan Nasdem Tower, tuntut Ahmad Sahroni dipecat dari Nasdem usai pernyataan kontroversial.

Sulawesitoday - Gelombang protes yang menuntut pemecatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Sahroni kian meruncing. Ratusan massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar demonstrasi dramatis di depan Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8) petang. Aksi ini tidak hanya memblokade jalan, tetapi juga memicu kobaran api dari ban yang dibakar di lokasi.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB itu langsung menghentikan denyut lalu lintas. Kendaraan roda dua dan roda empat tak mampu melintas, terjebak dalam lautan massa.

Di gerbang utama gedung partai, api dari ban yang terbakar seolah menjadi lambang amarah yang tumpah ruah. Personel Babinsa dan Marinir dikerahkan ke lokasi. Mereka berjaga ketat, membentuk barisan manusia.

Tuntutan massa sangat jelas. Mereka meminta Partai Nasdem untuk segera memecat Ahmad Sahroni dari keanggotaan.

"Bubarkan Partai Nasdem! Karena dia telah mengacak-acak republik ini," seru seorang orator. Teriakan itu menggema, membelah suasana sore yang dingin. Orasi disampaikan berapi-api.

Pangkal amarah ini bukan tanpa sebab. Protes dipicu pernyataan kontroversial Sahroni pada 22 Agustus lalu. Saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara, Sahroni menyebut pihak yang mengkritik DPR sebagai "orang tolol sedunia."

Pernyataan itu seperti menyiram bensin ke api yang sudah membara. Masyarakat luas, khususnya mahasiswa, merasa direndahkan.

Insiden ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ini adalah sebuah cermin. Cermin kekecewaan publik terhadap pejabat publik. Blokade jalan menjadi simbol. Simbol protes yang membeku. Bahwa suara rakyat tak bisa dibungkam dengan kata-kata kasar. Dan bahwa kritik bukan cuma omong kosong.

Hingga berita ini ditulis, belum ada respons resmi dari Partai Nasdem. Kehadiran pasukan Marinir di lokasi mengisyaratkan keseriusan pihak berwajib dalam mengamankan situasi.

Kondisi di lapangan memang sempat panas. Namun, aksi masih terpantau terkendali dengan pengawasan aparat.

Tentu saja, langkah Partai Nasdem sangat dinanti. Apakah mereka akan memecat Sahroni? Atau menganggap remeh tuntutan ini?

Dilema ini menempatkan partai di persimpangan jalan. Kisah ini adalah bukti. Bukti bahwa demokrasi tetap hidup. Hidup dalam setiap protes yang disuarakan mahasiswa.

Apabila dibiarkan berlarut, kasus ini bisa memunculkan gelombang protes yang lebih luas. Gelombang yang mengancam kredibilitas partai politik. Sebuah cerita tentang amarah rakyat, kekuasaan yang arogan, dan api yang terus menyala.

Baca Juga: Muka Sedih Eko Patrio di Depan Kamera, Akui Keresahan Setelah Jadi Buronan Pendemo - Ini Detail Permintaannya

Tags

Terkini