kriminal

Kontroversi Vonis Bebas Kepala Sekolah Pada Kasus Asusila di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sebuah Pukulan untuk Keadilan Korban?

Sabtu, 21 September 2024 | 13:16 WIB
Keputusan membebaskan terdakwa asusila di Parimo menimbulkan polemik. Apakah keadilan bisa ditegakkan untuk korban? #Keadilan #KasusAsusila (Nur Rafiqa)

Keputusan ini tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga pada persepsi masyarakat terhadap integritas sistem peradilan. Banyak yang mempertanyakan, apakah hakim di Indonesia benar-benar bisa bersikap netral dan adil ketika memutuskan kasus-kasus seperti ini? Apalagi, ini bukan pertama kalinya kasus asusila yang melibatkan pelaku dengan posisi atau status sosial tinggi berakhir dengan putusan bebas.

Seorang warga Parigi yang saya temui bahkan berkomentar dengan nada pahit, “Kalau sudah seperti ini, buat apa kita percaya sama hukum? Korban jadi nggak ada harganya.” Ini adalah ungkapan frustasi yang sangat mencerminkan bagaimana masyarakat merasa bahwa hukum seringkali tidak berpihak pada mereka yang lemah.

Apa Artinya Ini untuk Korban dan Keluarganya?

Bagi korban dan keluarganya, keputusan ini pasti sangat menyakitkan. Mereka sudah cukup menderita dengan kejadian yang menimpa, dan sekarang mereka harus menerima bahwa pelaku bisa bebas begitu saja. Ini adalah trauma yang akan terus mereka bawa sepanjang hidup. Dan, meskipun kasasi dilakukan, proses hukum yang panjang dan melelahkan ini bisa membuat mereka semakin merasa terpuruk.

Satu hal yang pasti, sistem hukum seharusnya ada untuk melindungi mereka yang membutuhkan, bukan sebaliknya. Jika kita terus membiarkan kasus-kasus seperti ini terjadi tanpa perbaikan, kita akan kehilangan lebih dari sekadar kepercayaan masyarakat. Kita akan kehilangan rasa keadilan itu sendiri.

Harapan untuk Masa Depan

Kasus ini seharusnya menjadi pelajaran besar bagi kita semua, bahwa sistem hukum kita masih punya banyak pekerjaan rumah. Transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan. Tidak boleh ada lagi keputusan yang menimbulkan keraguan dan pertanyaan besar di benak masyarakat. Kita semua berharap bahwa kasasi yang diajukan JPU akan memberikan hasil yang lebih adil, tidak hanya bagi korban tetapi juga bagi kepercayaan kita terhadap sistem hukum.

Pada akhirnya, kita harus selalu ingat bahwa hukum ada untuk melindungi, bukan untuk melukai. Keputusan ini adalah ujian besar bagi kita semua. Mampukah kita menjaga agar hukum tetap berjalan sesuai dengan nurani keadilan? Atau, apakah kita akan membiarkan kasus-kasus seperti ini terus berulang?

Halaman:

Tags

Terkini