kriminal

Titik Balik Sejarah, Israel Melenyapkan Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam Serangan Udara Maut

Minggu, 29 September 2024 | 07:07 WIB
Israel sukses melancarkan serangan udara yang menewaskan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah. Netanyahu klaim ini sebagai titik balik sejarah. (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Israel kembali mengguncang dunia dengan serangan udara yang menewaskan Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah yang terkenal berpengaruh. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tidak menyia-nyiakan waktu untuk buka suara mengenai peristiwa ini.

"Kami menyelesaikan masalah ini dengan orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan yang tak terhitung jumlahnya terhadap warga Israel dan banyak warga negara lain, termasuk ratusan warga Amerika dan puluhan warga Prancis," ujarnya, tegas dan tanpa basa-basi.

Baca Juga: Gempa 4,2 Magnitudo Guncang Sigi, Sulawesi Tengah di Tengah Malam: Warga Dibuat Kaget

Pembunuhan Nasrallah bukanlah sekadar aksi balas dendam biasa. Netanyahu mengingatkan kembali kejadian pemboman tahun 1983 di Beirut, yang menjadi salah satu aksi teroris paling mematikan kala itu.

“Selama Nasrallah masih hidup, dia akan segera memulihkan kemampuan yang telah terkikis dari Hizbullah," tambahnya. Peristiwa serangan tersebut merenggut nyawa 63 orang di kedutaan AS, 241 marinir AS, serta 58 pasukan terjun payung Prancis. Dengan latar belakang ini, bisa dimengerti kenapa Netanyahu menekankan urgensi operasi yang berhasil melenyapkan Nasrallah.

Baca Juga: Motor Rusak Berujung Maut, Kronologi Lengkap Ayah Aniaya Anak Hingga Kehilangan Nyawa

Netanyahu menjelaskan bahwa Israel saat ini berada pada “titik balik bersejarah” dalam perang melawan musuh-musuhnya. Pembunuhan Nasrallah dianggap sebagai langkah penting untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

"Penghapusan Nasrallah adalah kondisi yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang kami tetapkan: kembalinya penduduk wilayah utara dengan aman ke rumah mereka dan perubahan jangka panjang dalam keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut," jelas Netanyahu lebih lanjut.

Baca Juga: Ayah Tega Habisi Nyawa Anak karena Hal Sepele, Kisah Tragis Karena Motor Rusak di Maros

Langkah ini jelas mengirimkan pesan kuat ke seluruh kawasan. Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, diyakini bakal merasakan tekanan yang lebih berat. Netanyahu optimis bahwa semakin jelas kelemahan Hizbullah, semakin besar peluang untuk mengembalikan tawanan Israel yang kini berada di tangan Hamas. Ini adalah taktik klasik: menyerang inti kekuatan lawan untuk melemahkan seluruh jaringan.

Di sisi lain, Hizbullah pun akhirnya mengonfirmasi kematian Nasrallah. Pernyataan resmi mereka menunjukkan rasa duka yang mendalam atas kehilangan pemimpin yang telah mereka ikuti selama hampir 30 tahun. "Sayyed Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah, telah bergabung dengan rekan-rekannya yang hebat dan syahid, yang telah dipimpinnya selama sekitar 30 tahun," ujar mereka, menandai akhir dari era Nasrallah yang panjang.

Baca Juga: Arus Bawah Laut Mematikan: Mengapa Penyelam Profesional Pun Tak Berdaya Bahkan Banyak Menghilang?

Bagi Israel, ini bukan sekadar momen untuk berpuas diri. Tewasnya Nasrallah bisa menjadi awal dari perubahan besar di wilayah Timur Tengah. Peristiwa ini menyiratkan bahwa konflik dan dinamika kekuatan di kawasan ini masih jauh dari kata usai.

Tags

Terkini