Sulawesitoday - Pihak kepolisian Lampung Tengah tengah menyelidiki sebuah insiden penembakan yang mengejutkan warga setempat. Berdasarkan informasi awal, seorang ibu rumah tangga bernama Yeni (20) menjadi korban tembakan yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri, Muhamad Rifai (24). Insiden ini diduga kuat dipicu oleh cekcok rumah tangga yang sudah berlangsung lama.
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Andik Purnomo Sigit, mengonfirmasi bahwa pihaknya kini sedang memburu Rifai, yang hingga saat ini masih dalam pelarian. “Kami sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi. Pelaku bernama Rifai, sementara korban yang juga istrinya adalah Yeni. Korban saat ini dalam kondisi stabil dan sedang dirawat di rumah sakit,” ungkapnya pada Selasa, 1 Oktober 2024.
Situasi ini cukup mencekam, terutama dengan adanya laporan bahwa pasangan ini sempat terlibat adu mulut sebelum insiden penembakan terjadi. Berdasarkan kesaksian warga, pasangan tersebut sering terlibat perselisihan, namun tidak ada yang menyangka perselisihan akan berujung pada tindakan kekerasan yang brutal.
Baca Juga: Viral Aksi Heroik Remaja Disabilitas Membantu Membuka Jalan bagi Ambulans di Tengah Macet
Penembakan ini terjadi di rumah korban yang berlokasi di Dusun 1, Kampung Surabaya Ilir, Kecamatan Bandar Surabaya, Lampung Tengah. Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB, saat banyak warga yang belum sepenuhnya memulai aktivitas hariannya. Pagi yang tenang di kampung itu berubah menjadi momen penuh kepanikan ketika warga mendengar suara letusan senjata dan melihat korban tergeletak dengan luka tembak.
Beberapa saksi yang berada di dekat lokasi menyebut bahwa mereka sempat mendengar pertengkaran antara korban dan pelaku sebelum suara tembakan terdengar. Namun, hingga kini polisi masih menyelidiki motif sebenarnya di balik insiden ini.
“Terkait apa yang memicu cekcok tersebut, kami masih mendalami lebih lanjut,” jelas AKBP Andik Purnomo.
Tragedi ini juga menyoroti kekerasan dalam rumah tangga yang masih menjadi isu serius di Indonesia. Kasus-kasus seperti ini menunjukkan bahwa konflik rumah tangga, yang tampak kecil, bisa berujung pada kekerasan yang tak terduga jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk lebih peka terhadap situasi di sekitar kita dan segera mencari bantuan profesional jika konflik mulai memanas.
Hingga saat ini, polisi terus mengejar Rifai dan mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui keberadaannya. Di sisi lain, Yeni masih dirawat intensif di rumah sakit, dengan harapan kondisinya semakin membaik.