kriminal

Sangat Brutal! Tenaga Medis Terjebak Tanpa Bantuan, Pasien Meninggal Akibat Israel Hancurkan Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:24 WIB
Serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza menciptakan krisis medis yang parah, dengan tenaga medis terjebak tanpa bantuan. #GazaCrisis #HumanitarianDisaster #SaveGaza #HospitalAttack (Amirulah)

Sulawesitoday - Krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk setelah serangan terbaru pasukan Israel menghantam salah satu fasilitas kesehatan vital di kawasan itu. Pada Senin (21/10/2024), Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara menjadi sasaran serangan mematikan.

Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Gaza, serangan tersebut merusak generator utama rumah sakit, yang memutus pasokan listrik serta oksigen. Akibatnya, beberapa pasien dilaporkan meninggal dunia karena tidak mendapatkan perawatan yang tepat waktu.

Baca Juga: Gawat! Siswa SMK Kesulitan Hitung Matematika Dasar 10x15, Apa yang Salah dengan Metode Pembelajaran?

Ini bukan serangan pertama ke fasilitas medis. Dua hari sebelumnya, Rumah Sakit al-Awda di Jabalia dan Rumah Sakit Kamal Adwan juga menjadi target. Kondisi semakin kacau dengan hilangnya komunikasi dan internet di Gaza utara, yang semakin memperlambat upaya penyelamatan.

“Banyak dari yang terluka dibiarkan mati kehabisan darah,” kata perwakilan Kementerian Kesehatan Gaza dengan getir. Staf medis yang sudah kewalahan semakin kesulitan karena blokade ketat Israel, yang membuat bantuan medis dan bahan bakar tidak dapat mencapai rumah sakit. Bahkan, jenazah korban harus dimakamkan di dalam area rumah sakit yang dikepung.

Baca Juga: Gara-gara Pintu Mobil Terbuka, Bukannya Minta Maaf Ibu Ini Malah Bikin Emosi, Video Viral Banjir Kritik Netizen!

Pasukan Israel, menurut saksi mata, juga membakar bangunan-bangunan di sekitar rumah sakit yang selama ini menjadi tempat perlindungan ribuan warga sipil. Yousri Qarmout, seorang saksi yang berada di Beit Lahia, menggambarkan situasi tersebut dengan penuh duka.

"Tentara Israel membakar banyak bangunan di sekitar Rumah Sakit Indonesia, sementara kebakaran belum berhenti. Suara ledakan terus terdengar, dan asap pekat menutupi sebagian besar wilayah Gaza utara," tuturnya.

Baca Juga: Cerita Penutupan Jalan untuk Event Isoplus Run Surabaya 2024 Picu Ketegangan, Siapa yang Salah?

Serangan terhadap fasilitas kesehatan ini tidak hanya mencederai kemanusiaan, tetapi juga membuat tenaga medis di Gaza kehilangan kemampuan untuk memberikan perawatan dasar. WHO telah mengecam tindakan ini dengan keras, terutama karena setidaknya 50 tenaga medis dari berbagai kelompok kemanusiaan dilarang masuk ke Gaza.

Kebutuhan mendesak akan tenaga medis, bahan bakar, dan makanan di tiga rumah sakit utama, termasuk Rumah Sakit Indonesia, belum terpenuhi.

Baca Juga: Prabowo Lantik Raffi Ahmad, Gus Miftah, dan 25 Lainnya: Siap Atasi Tantangan Nasional!

Situasi ini semakin menambah tekanan pada populasi Gaza utara, yang dulunya dihuni separuh dari 2,3 juta penduduk wilayah tersebut. Dengan fase pertama serangan Israel dimulai setahun yang lalu, serangan ini terasa seperti eskalasi baru yang tak terhindarkan.

Israel sendiri menyatakan bahwa operasi mereka bertujuan untuk mencegah pejuang Hamas berkumpul kembali, tetapi serangan terhadap rumah sakit telah memicu kecaman luas.

Halaman:

Tags

Terkini