Sulawesitoday - Kepanikan melanda Desa Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, ketika seorang pria berinisial PM (40) nyaris menjadi korban amuk massa. Kejadian ini dipicu oleh dugaan percobaan penculikan terhadap seorang bocah perempuan berusia 12 tahun, yang membuat warga setempat bergerak cepat. Insiden ini semakin memperkeruh suasana di media sosial, dengan berbagai spekulasi liar yang muncul di kalangan masyarakat.
Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (23/10/2024) siang. PM, yang diketahui berasal dari Kabupaten Soppeng, tengah berkeliling di sekitar lokasi untuk menjajakan alat-alat pertukangan. Di sinilah peristiwa dramatis ini bermula, ketika PM menawarkan tumpangan kepada anak perempuan yang sedang berjalan kaki pulang dari sekolah.
“Ini anak pulang sekolah jalan kaki kemudian ditanya (PM) sini saya antar ke rumahmu karena jauh,” jelas Kapolsek Camba, Iptu Amran Adam.
Tindakan PM yang terlihat menawarkan bantuan, alih-alih menenangkan, justru membuat si anak ketakutan. Bocah itu berteriak, menarik perhatian warga sekitar.
Dalam hitungan menit, warga sudah berkumpul di sekitar tempat kejadian, mencurigai motif PM yang mereka anggap tidak lazim. "Warga curiga kenapa orang baru karena dia juga barusan ke situ," ungkap Amran. Pria tersebut kemudian dikejar dan nyaris diamuk massa yang semakin beringas, sebelum akhirnya diamankan di kantor desa oleh aparat setempat. Kepala desa, yang cepat bertindak, segera menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan PM.
Meski situasi berhasil diredakan, polisi kini tengah menginvestigasi lebih lanjut terkait dugaan penculikan tersebut. Amran mengungkapkan bahwa keluarga korban telah melaporkan insiden ini ke Polsek Camba, dan pihak berwenang kini tengah memeriksa lebih dalam motif dan pergerakan PM di daerah tersebut. “(Keluarga korban) Datang untuk mengadukan tentang dugaan penculikan,” bebernya.
Kasus ini membuka kembali ketakutan masyarakat terkait keamanan anak-anak, terutama yang kerap pulang sekolah tanpa pengawasan orang dewasa. Meski belum ada kepastian apakah benar terjadi percobaan penculikan atau hanya kesalahpahaman, tindakan cepat warga dalam merespons situasi seperti ini perlu mendapat perhatian khusus. Terkadang, kepanikan dan ketakutan kolektif bisa berujung pada tindakan berbahaya, seperti hampir terjadinya amukan massa dalam kasus ini.
Namun, penting untuk diingat bahwa proses hukum harus berjalan dengan objektif. Saat ini, PM sedang dalam pemeriksaan intensif oleh polisi untuk menentukan apakah tindakannya memang mengarah pada penculikan, atau ada maksud lain yang tidak terduga di balik tawaran tumpangan tersebut.
Bagi banyak orang tua, insiden ini merupakan pengingat keras akan pentingnya mengajarkan anak-anak cara merespons situasi yang mencurigakan. "Lebih baik waspada daripada menyesal," adalah pepatah yang sering terdengar dalam diskusi-diskusi yang muncul setelah kejadian ini. Penting bagi masyarakat untuk tetap tenang, tidak menebarkan spekulasi yang belum terbukti, sembari menunggu hasil penyelidikan polisi.