kriminal

Perselingkuhan Berujung Maut di Makassar, Dosen Asal Kotamobagu Lukai Suami Hingga Meregang Nyawa

Rabu, 30 Oktober 2024 | 12:23 WIB
Perselingkuhan berujung maut di Makassar: Dosen wanita menikam suami hingga tewas karena sakit hati, memicu perhatian soal konflik rumah tangga. #TragediRumahTangga #PerselingkuhanBerujungM (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Seorang dosen wanita asal Kotamobagu, Sulawesi Utara, berinisial AG (40), diduga menikam suaminya ND (41) hingga tewas di rumah mereka di Jalan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Selasa (29/10) malam. Menurut keterangan polisi, insiden ini dipicu oleh pertengkaran hebat akibat perselingkuhan korban dengan wanita lain.

"Sesaat setelah keduanya ribut di dalam kamar, pelaku keluar menuju ke dapur dan mengambil pisau yang disimpan dalam lemari," ujar Aipda Syamsu Rijal, Humas Polsek Manggala, Rabu (30/10). AG kemudian menyembunyikan pisau di balik jilbabnya dan kembali ke kamar, meletakkannya di samping kasur, sambil berbaring di dekat suaminya yang sedang bermain ponsel.

Baca Juga: Ledakan Tungku PT ZTEN Morowali Gegerkan Pekerja, Asap Tebal dan Suara Dentuman Terus Terdengar!

Aksi penikaman terjadi saat ND sudah tertidur. AG menikamnya dua kali di bagian perut. ND sempat berusaha melawan dengan memeluk pelaku yang masih menggenggam pisau, tetapi hal itu justru membuat luka ketiga mengarah ke tubuhnya. "Korban diperkirakan terkena tikaman ketiga saat mencoba menahan pelaku," jelas Syamsu.

Pelaku, yang diketahui bekerja sebagai dosen di salah satu universitas di Sulawesi Utara, mengaku melakukan tindakan nekat tersebut karena sakit hati atas perselingkuhan suaminya. "Pagi tadi pelaku dibawa ke Polrestabes Unit PPA untuk proses hukum lebih lanjut," tambah Syamsu.

Baca Juga: DPR RI Tekan Polisi Buka Fakta di Kasus Bayu Adityawan! Minta Gelar Perkara Segera

Kapolsek Manggala, Kompol Samuel To’longan, menjelaskan bahwa korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Makassar. Namun, karena diduga mengalami pendarahan hebat di rumah, nyawanya tak tertolong meskipun sudah mendapatkan penanganan medis. "Kemungkinan korban sudah kehilangan banyak darah saat dibawa ke rumah sakit," ujar Samuel.

Kasus ini menjadi contoh tragis bagaimana konflik rumah tangga yang tidak terselesaikan dapat berujung pada kekerasan fatal. Pasangan ini, yang awalnya hanya terlibat cekcok seperti pada umumnya pasangan, akhirnya terjebak dalam siklus emosi dan dendam yang mematikan.

Baca Juga: Mobil yang Dipakai Supriyani Guru Honorer di Konawe Ditembak OTK, Tuntutan Perlindungan Meningkat

Perselingkuhan sering kali menjadi pemicu utama konflik mendalam dalam hubungan, tetapi ketika komunikasi dan kepercayaan runtuh, hasilnya bisa sangat merusak—seperti yang terlihat dalam tragedi ini.

Kisah ini juga menyoroti pentingnya penanganan konflik rumah tangga secara tepat sebelum emosi berubah menjadi tindakan kekerasan. Polisi dan layanan perlindungan perempuan kini tengah menyelidiki lebih jauh insiden ini untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan adil.

Tags

Terkini