Sulawesitoday - Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Seorang wanita bernama Jessica Sollu, atau yang dikenal sebagai Chika, ditemukan tewas dengan kondisi penuh luka di bawah tebing setinggi 12 hingga 15 meter.
Jessica, yang tampak mengenakan kaos abu-abu gelap, ditemukan dalam posisi tertelungkup, dengan bekas luka di leher dan darah di wajahnya—sebuah pemandangan yang mengundang tanya sekaligus rasa pilu bagi warga sekitar.
Baca Juga: Mayat Wanita di Tebing Luwu Timur, Diduga Naik Travel Sebelum Meninggal
Kasus ini langsung menarik perhatian, dan pihak kepolisian terus mendalami untuk mengungkap kebenaran yang mungkin tersembunyi di balik kematiannya.
Polisi saat ini belum dapat mengonfirmasi penyebab kematian Jessica. AKP Simon Siltu, Kapolsek Mangkutana, menyatakan, “Iya memang ada luka (leher dan bagian kepala) dari hasil olah TKP.”
Namun, Simon menekankan pentingnya menunggu hasil pemeriksaan tim forensik dari Polda Sulsel. Saat ini, semua dugaan masih terbuka, tetapi pihak kepolisian enggan berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan lebih lanjut keluar.
Ini adalah sikap yang mungkin terlihat berhati-hati, namun memang begitulah prosedurnya. Kesalahan penafsiran sering kali justru membuat kasus semakin kabur.
Baca Juga: Kasus Siswa SMAK Gloria Surabaya Viral, Orang Tua Minta Maaf dan Siap Diperiksa Polisi
Sudah sering ditemukan bahwa detil kecil menjadi bukti penting. Dalam hal ini, luka di leher korban yang dilaporkan oleh Simon mungkin menjadi salah satu dari petunjuk penting, meskipun kepastian belum ada.
Pihak kepolisian perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan—baik itu jatuh secara tidak sengaja, atau bahkan ada indikasi kekerasan sebelum korban akhirnya ditemukan di lokasi yang sepi itu.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Poros Maros-Bone: Minibus Seruduk Pikap, 1 Tewas di Tempat
“Kita tidak boleh berandai-andai,” Simon menegaskan, mengindikasikan bahwa mereka masih melakukan semua prosedur yang diperlukan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Kasus ini bermula ketika mayat korban pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja jalan Trans Sulawesi di Dusun Sampuraga, Kecamatan Mangkuna, pada pagi hari Rabu, 13 November.