Sulawesitoday - Penangkapan seorang pemuda berinisial KP (21) di Samarinda mengejutkan banyak pihak. Bagaimana tidak, ia kedapatan membawa 5 kilogram sabu yang disembunyikan dalam bungkus minuman merek Milo.
Upaya penyelundupan itu terungkap setelah polisi menerima laporan warga terkait aktivitas mencurigakan di wilayah Jalan Sultan Hasanuddin, Gang Langgar, Samarinda Seberang, pada 6 November lalu.
Baca Juga: 12 ASN di Maros Kehilangan Gaji, Mangkir Lebih Setahun Tanpa Kabar
“Saat diamankan, gerak-gerik pelaku memang mencurigakan. Setelah diperiksa, ditemukan barang bukti sabu,” ungkap Kombes Arif Bastari dari Polda Kaltim.
Taktik yang digunakan KP cukup berani sekaligus nekat. Dalam penggeledahan, petugas menemukan kantong plastik hitam berisi lima bungkus Milo yang ternyata menyimpan sabu.
Baca Juga: Makassar Pimpin Kasus DBD, Sulsel Tercatat 4.975 Insiden dan 20 Kematian di 2024
Menurut Arif, pelaku hanyalah kurir yang ditugaskan mengambil barang di Samarinda untuk dikirim ke Sulawesi Selatan. Barang itu diketahui berasal dari Malaysia, dan pengambilan dilakukan melalui sistem jejak.
"Pelaku disuruh mengambil di pinggir jalan sesuai arahan DN, yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO)," tambahnya.
Baca Juga: Misteri Tewasnya Chika di Trans Sulawesi, Bekas Luka di Leher dan Dada Picu Pertanyaan Besar
Yang membuat kasus ini semakin menyedihkan adalah pengakuan KP. Dia mengatakan ini adalah kali pertama menjadi kurir narkoba. Alasannya? Iming-iming upah Rp 4 juta. Sebuah jumlah yang, untuk sebagian orang, terlihat kecil jika dibandingkan risiko yang diambil.
"Dia baru pertama kali melakukan ini," jelas Arif, dengan nada yang menyoroti betapa anak muda ini mungkin tak menyadari betul bahaya dan konsekuensinya.
Baca Juga: MK Putuskan Pilkada Ulang Jika Kotak Kosong Menang, Komisi II DPR Siapkan Aturan Baru
Kasus ini menegaskan bahwa perdagangan narkoba semakin pintar menyamarkan barang haram tersebut, namun juga menunjukkan bahwa kerja sama masyarakat dan aparat bisa membongkar jaringan besar.
Kombes Arif menyebut, pihaknya kini tengah bekerja sama dengan BNN dan pemerintah daerah untuk memberantas peredaran narkoba di kawasan-kawasan rawan di Samarinda.