Sulawesitoday - Masyarakat Sulawesi Tengah kini tengah diimbau untuk waspada terhadap nomor kontak 0859-3987-9542. Nomor tersebut diketahui digunakan oleh oknum penipu yang mengaku sebagai Wakapolda Sulteng dan meminta sejumlah uang. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol. Djoko Wienartono, pada Kamis (21/11/2024).
"Saya pastikan bila ada nomor kontak yang mengaku sebagai Wakapolda Sulteng dan meminta sejumlah uang, itu adalah penipuan," tegas Djoko.
Baca Juga: Deklarasi Meriah di Eks-Tinombala, Warga Parigi Moutong Percaya BERAMAL Jawaban Perubahan
Menurutnya, nomor tersebut bukanlah milik pejabat Wakapolda, baik yang saat ini menjabat maupun pejabat sebelumnya. Pernyataan ini memperkuat perlunya kehati-hatian masyarakat dalam merespons pesan atau telepon dari nomor tak dikenal.
Modus Penipuan Memanfaatkan Pergantian Pejabat
Pergantian pejabat Polri, yang semestinya menjadi proses administratif biasa, ternyata sering dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab. "Momen seperti ini memang sering jadi peluang bagi pelaku untuk melakukan penipuan," ujar Djoko lagi. Penipu biasanya memanfaatkan nama pejabat baru untuk membangun kepercayaan.
Baca Juga: Tanpa Tekanan dan Intimidasi, Visi BERAMAL Menjadi Magnet Peralihan Dukungan Pilkada
Kejadian seperti ini memang mengkhawatirkan. Banyak korban yang terkecoh karena merasa ditekan oleh nama besar atau jabatan yang disebutkan. Akibatnya, sejumlah uang ditransfer tanpa memeriksa keabsahan permintaan tersebut.
Langkah Pencegahan untuk Masyarakat
Bagi Anda yang menerima pesan serupa, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah tidak langsung percaya. Cek dan verifikasi kebenaran informasi melalui sumber resmi, seperti kepolisian setempat. Jangan tergoda dengan tekanan atau rasa takut yang mungkin sengaja ditanamkan oleh pelaku.
Baca Juga: YouTube Gaming Recap 2024, Refleksi Seru Perjalanan Gamingmu
"Kami meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan kasus serupa. Ini penting agar pelaku bisa segera kami tindak," tambah Djoko. Upaya kepolisian tentu akan semakin efektif jika masyarakat proaktif.
Penipuan semacam ini bukanlah kasus baru. Namun, dengan terus meningkatnya kreativitas pelaku, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama pencegahan.