Sulawesitoday - Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan tegas membantah tuduhan yang beredar di media sosial terkait ketidaknetralan mereka dalam Pilkada 2024. Tuduhan ini, yang menyebut bahwa pergantian Wakapolda dilakukan demi memenangkan salah satu pasangan calon, dinyatakan sebagai fitnah dan hoax oleh Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol. Djoko Wienartono.
“Konten yang menarasikan hal itu adalah upaya oknum untuk memperkeruh suasana menjelang Pilkada. Itu fitnah, dan kami pastikan hoax,” ungkap Djoko saat memberikan klarifikasi pada Kamis, 21 November 2024.
Baca Juga: Awas Penipuan Mengatasnamakan Wakapolda Sulteng, Nomor 085939879542 Minta Uang
Pernyataan ini disampaikan menyusul temuan konten serupa yang tersebar di grup WhatsApp dan berbagai platform media sosial.
Menurut Djoko, tuduhan seperti ini tidak hanya berbahaya, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Deklarasi Meriah di Eks-Tinombala, Warga Parigi Moutong Percaya BERAMAL Jawaban Perubahan
“Ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin menciptakan keresahan di masyarakat,” tambahnya. Pernyataan tersebut mencerminkan keprihatinan terhadap upaya memanipulasi opini publik menggunakan informasi palsu.
Netralitas Polri telah menjadi salah satu fondasi utama dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Kabidhumas menegaskan, “Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 28 jelas menyatakan Polri bersikap netral dalam politik dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis.” Penegasan ini menunjukkan komitmen kuat Polda Sulteng terhadap prinsip tersebut.
Baca Juga: Tanpa Tekanan dan Intimidasi, Visi BERAMAL Menjadi Magnet Peralihan Dukungan Pilkada
Polda juga telah menetapkan langkah tegas terhadap anggotanya yang melanggar netralitas. Bagi yang terbukti bersalah, Djoko memastikan, "Akan diproses sesuai hukum, baik melalui disiplin, kode etik, atau bahkan pidana jika pelanggarannya masuk dalam ranah pidana." Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Patut dicatat, selama masa kampanye hingga mendekati hari pemungutan suara, situasi keamanan di Sulawesi Tengah tetap terjaga dengan baik. Djoko pun mengapresiasi sinergi antara berbagai pihak, termasuk masyarakat, TNI, Polri, dan pemerintah daerah, dalam menciptakan suasana kondusif. “Keamanan ini adalah hasil kerja sama semua pihak,” ujarnya dengan nada optimis.
Baca Juga: YouTube Gaming Recap 2024, Refleksi Seru Perjalanan Gamingmu
Namun, penyebaran hoax semacam ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Dampaknya tidak hanya pada reputasi Polri, tetapi juga pada masyarakat yang rentan terprovokasi. Untuk itu, sangat penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi. Verifikasi fakta menjadi langkah awal yang sederhana, tetapi sering diabaikan.